banner 728x90

Waspada, Berikut Ini Ciri-ciri Penipuan Penawaran Umroh

Foto Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rivai Arvan saat melakukan konferensi pers beberapa waktu lalu. (Foto FA)

Mamuju, Katinting.com – Banyaknya warga Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah yang menjalani ibadah umroh, Kapolres Mamuju, AKBP Muhammad Rivai Arvan mengingatkan untuk berhati-hati terhadap travel yang menawarkan layanan umroh.

Kapolres dengan wilayah hukum dua kabupaten yakni Kabupaten Mamuju dan Mamuju Tengah ini menyebutkan sejumlah ciri-ciri penipuan yang menawarkan umroh.

Berikut ini ciri-ciri yang disebutkan Kapolres Mamuju, AKBP Muhammad Rivai Arvan, Jumat (8/3).

  1. Mengatasnamakan suatu travel namun kantornya tidak jelas alamatnya.
  2. Kalaupun punya kantor maka alamat kantornya bukan didaerah pelaku operasi. “Contoh pelaku beroperasi di wilayah Mamuju namun kantor travelnya di Polman. Sehingga tidak mudah masyarakat mengkroscek benar tidaknya pelaku adalah bagian dari travel tersebut,” jelasnya.
  3. Memberikan biaya umroh murah dikisaran 20 juta kebawah.
  4. Menyakinkan masyarakat bahwa dengan biaya murah bisa umroh dengan membawa orang yg sudah pernah berangkat umroh dengan biaya murah, atau membuat selebaran berisi testimoni masyarakat yang sudah berangkat umroh dengan biaya murah.
  5. Membuat jadwal keberangkatan umroh yang cukup lama waktunya, tiga, enam, sampai satu tahun berikutnya. “Modus ini untuk mencari konsumen sebanyak banyaknya dan punya waktu untuk mengulur ulur pemberangkatan”.
  6. Jika hari H pemberangkatan tiba namun membatalkan sepihak kemudian menyuruh menambah lagi 2 sampai 3 juta supaya bisa segera berangkat, namun tidak berangkat juga. “Modus menambah uang agar segera berangkat menjadi modus dan ciri awal yang mudah dikenali bahwa travel tersebut bermasalah dan tidak benar.
  7. Pelaku selalu sering sekali menggunakan masyarakat yang sudah umroh dijadikan sub agent untuk mengajak masyarakat umroh dengan iming-iming sub agent diberikan bonus atau diberangkatkan kembali umroh atau haji. “Biasanya memasang jumlah target konsumen yg terkumpul. Istilahnya hitung point. Biasanya modusnya untuk point sub agent 5-10 jamaah mendapat 1 point, jika mengumpulkan 10 point mendapatkan bonus dan seterusnya”.
  8. Pelaku menjemput bola kerumah masyarakat yang mau umroh, sehingga calon umroh hanya tahunya berhubungan dengan sub agent dan tidak pernah langsung ke travel dengan alasan memberikan kemudahan padahal modus tersebut agar agent memutus hubungan secara langsung dengan konsumen sehingga jika tidak jadi berangkat agent lepas tangan dan menyalahkan sub agent. Ini paling sering modus digunakan.
  9. Pelaku memberikan nomer rekening yang berbeda-beda kepada setiap calon umroh jika mau menstransfer dana umroh.
  10. Nomer rekening yang diberikan atas nama seseorang bukan perusahaan.
  11. Terjadi perubahan maskapai penerbangan yang digunakan berangkat. “Ini ciri awal yang paling mudah dikenali dan menunjukkan ketidak profesional dalam mengelola pemberangkatan umroh”.
  12. Jika batal berangkat karena kemauan pihak konsumen maka susah sekali mengembalikan uang yang sudah disetor bahkan berbulan-bulan diberikan jangka untuk menunggu, artinya pelaku tidak punya modal besar mengelola usaha umroh, hanya mengandalkan uang calon jamaah.
  13. Travel wajib punya maktab di madinah dan makkah dan ada alamatnya jika tidak ada berarti hanya numpang dan itu sangat rawan. Maktab adalah kantor perwakilan, tugasnya mengurusi jamaah-jamaah selama berada di Saudi termasuk amankan paspor dan urus hotel serta lain-lain.

“Dari ciri-ciri diatas jika mengalami hal tersebut segera hentikan dan minta uang dikembalikan atau segera lapor polisi untuk mencegah terjadi penipuan berlanjut dan memakan korban baru lainnya,” kata Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rivai Arvan.

(Rls/Anhar)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan