banner 900x90

Warga Pertanyakan Penanganan Kasus Penipuan di Polda Sulbar

173 views
banner 900x90

Warga yang datang ke Polda mempertanyakan penanganan kasusnya. (Ft:Zul)

Mamuju, Katinting.com – Warga Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, menyambangi Mapolda Sulbar, (20/4).

Kedatangan warga tersebut ingin mengetahui sejauh mana penanganan Polda Sulbar terkait laporan penipuan dan penggelapan dana oleh yang disebut Aner Polilin selaku ketua Umum SPMB (Serikat Populasi Buruh Mandiri) Sulbar.

“Tujuannya ialah bagaimana penanganan Polda masalah yang kami masukkan.

Masalah penipuan dan penggelapan dana. Kami disuruh membayar, membeli tender perumahan. Di janji akan di bangunkan rumah dalam waktu dekat. Tapi sudah hampir setahun belum ada rumah yang terbangun yang janjikan Aner Polilin, ketua umum SPBM,” ucap Syarifa Nur salah seorang yang merasa ditipu.

Syarifa (47) yang juga ketua DPC SPBM Topoyo, telah menyetor dana pribadinya sebesar Rp. 7.500.000 untuk membayar tender perumahan UN-WHF.EU yang di peruntukkan untuk masyarakat menengah kebawa.

“Saya ketua DPC Topoyo. Suami saya ketua 4 di DPP. Saya banyak danaku masuk mas. Dana pribadi masuk, saya beli tender perumahan juga paling pertama bayar tender perumahan sebesar Rp. 7.500.000. Langsung ketangannya Aner, ku kasi itu uang, ada kwitansinya. Kwitansinya itu pembayaran tender perumahan UN-WHF.EU, bukan operasional yang dibilang oleh ketua DPP I Agus Sandri. Karena itu dana kami setor untuk membeli tender perumahan bukan untuk operasional,” jelasnya.

“Ini batuan orang miskin ‘dana hibah kemanusiaan’. Siapa yang bayar duluan itu akan di bangunkan rumah lebih dulu. Nilainya Rp. 120.000.000. Banyak bukti kwitansi di kami,” kata Syarifa.

Ditempat yang sama, Agus Surianto, suami Syarifah Nur yang juga Selaku ketua DPP 4 SPBM juga merasa di tipu oleh Ketumnya dan telah melaporkan kasus ini pada Desember 2016.

“Kejadian ini dari tahun 2015 sampai sekarang belum ada realisasi. Cuma janji-janji terus. Kami sudah melapor pada tanggal 27 Desember 2016. SP2P nya sudah keluar. Ketua umum sudah dipanggil sekarang ini beserta keluarganya karena yang terlibat dana-dana dia sekeluarga. Sudah di dalam semua (Mapolda Sulbar,red), makanya kamipun dipanggil mau di ketemukan sama Aner Pulilin yang menipu kami,” pungkasnya.

Agus selaku pelapor juga mengatakan ada beberapa program dibuat oleh terlapor, yang memungut dana masyarakat.

“Dia itu punya banyak sekali program, diantaranya UN-WHF. EU, dana talangan tandu, dan yang ketiga ini sudah berdiri kantornya saya tidak tau program apalagi. Intinya dia memungut dana kemasyarakat,” bebernya.

Berikut tujuh unit modus pencarian dana dari Program UN-WHF.EU dan program talangan tandu yang memungut biaya dari masyarakat yang di bacakan oleh Pelapor.

“Masalah dana, ada tujuh unit dana dari program UN-WHF saja yang sudah dipungut, 1. Dana pendaftaran 150.000 perorang, 2. Dana deklarasi Papua 100.000 per pengurus, 3. 5 juta per DPC untuk Mubes, 4. Dana lokakarya 250.000 perorang, 5. Rakernas 150.000 perorang, sampai sekarang ini belum pernah ada Rakernas, 6. Dana kontribusi tunggal 2.500.000 perorang, yang mau, 7. Dana kontribusi paket 500.000 perorang, yang mau.

“Menyusul program talangan tandu, program yang baru ini 2.650.000 perorang, korbannya 300 orang se-Sulbar,” jelasnya.

Diketahui, pihak Polda Sulbar sementara mendalami kasus tersebut. “Sementara dalam penyidikan. Bisa di duga penipuan, bisa diduga penggelapan kita masih dalami,” ucap Kasubid Krimum, Andi Mappijaji, di Mapolda Sulbar. (Zulkifli)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.