banner 728x90

Trans Batuparigi – Polongaan Memprihatinkan

Tidak ada komentar 251 views
banner 728x90

Kondisi jalan Batuparigi-Polongaan. (Mahfudz)

Mateng, Katinting.com – Jalan penghubung antara Tobadak III atau Polongaan dengan Tobadak IV atau Batuparigi, kondisinya memprihatinkan bagi pengendara, sebab ruas jalan penghubung ini hingga ibukota Desa Batuparigi, dalam kondisi ruas yang cukup parah

Kondisi parah ini, dirasakan oleh pengguna jalan ini, baik dimusim kemarau maupun dimusim penghujan, jika dimusim kemarau, pengguna merasakan melintas diatas sungai yang kering, sementara dimusim penghujan, pengendara terasa melintas diatas kubangan lumpur.

Bahkan dari kesaksian pengguna ruas ini, tidak jarang dimusim penghujan, pengendara roda dua yang bekerja diibukota kabupaten atau anak sekolah yang bersekolah di Tobadak dan Topoyo, mengalami kecelakaan karena ban kendaraan mereka slip akiban jalan licin.

“Kondisi ini sudah dirasakan oleh warga Batuparigi, jauh sebelum Mamuju Tengah terbentuk, dan sampai usia 7 tahun Mamuju Tengah, Saya masih merasakan kondisi jalan yang sama, berbeda dengan saudara Saya di Polongaan sebelum masuk Batuparigi, ruas jalannya sudah dibeton, padahal akses Batuparigi digunakan juga warga Salulebbo,” ungkap Jaharuddin,. warga Salulebbo, yang menggunakan jalan Batuparigi kalau mau ke Topoyo, Jumat (03/04).

Katanya, dengan dana desa yang diterima oleh Desa Batuparigi cukup besar jumlahnya, ruas jalan utama mereka ini tak mesti separah itu, harusnya pemerintah desa mereka, melakukan perawatan, dengan cara menimbun sirtu setiap titik kubangan yang ada.

“Karena kita juga paham,seberapa besar kemampuan pemerintah kabupaten, tak mungkin dalam tempo bersamaan, bisa melakukan peningkatan jalan disemua wilayah Mamuju Tengah, jadi solusi sementara ya itu tadi mestinya Pemdes melakukan perawatan dengan sesekali menimbun kubangan yang tampak,” kata Jaharuddin.

Warga lainnya, Mustafa, mengemukakan bahwa jalan penghubung antar desa itu, tak mesti dikeluhkan warga pengguna ruas jalan di Batuparigi, jika Pemdes melalui Kades, kreativ, kan bisa menggunakan ADD yang ada di Desa Batuparigi, untuk perawatan sementara sembari tetap mendesak Pemkab melakukan peningkatan permanen.

“Tapi kan, kelihatannya itu tak sampai jadi bahan pertimbangan, karena kalau itu jadi bahan pertimbangan Kadesnya, maka jalan itu tak mesti tampak ada kubangan kala musim hujan, karena sudah dihambur sirtu,” terang Mustafa.

Menurutnya, akibat jalan yang cukup memprihatinkan itu, waktu tempuh antara Polongaan dengan Batuparigi pulang dan pergi, ditempuh hingga kurang lebih 40 menit, jika menggunakan kendaraan roda empat atau lebih.

“Padahal jarak Polongaan dengan Batuparigi, tidak lebih dari sepuluh kilometer jaraknya, tapi karena jalan cukup rusak, maka waktu tempuh tersita oleh jalan rusak, tentu besar besar harapan kami kalau Kadesnya bisa menginisiasi merawat jalannya,” pungkas Mustafa.

(Mahfudz)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Trans Batuparigi – Polongaan Memprihatinkan"