banner 900x90

Timsel KPU Sulbar Bakal Dilaporkan ke Tiga Lembaga Negara

662 views
banner 900x90

Foto pribadi Masram saat berada MK. (Ist)

KPU RI untuk membatalkan hasil seleksi dan seluruh rangkaian proses seleksi calon anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat. Dan melakukan seleksi ulang dengan mengganti seluruh Timsel untuk mendapatkan anggota KPU yang mandiri, jujur, adil, profesional dan akuntabel.

Mamuju, Katinting.com – Tim seleksi KPU Provinsi Sulawesi Barat bakal dilaporkan ke Ombudsman, DPR RI dan KPU RI. Karena diduga dalam menjalankan tahapan seleksi dengan tidak benar.

Laporan tersebut bakal dilayangkan Masram selaku warga masyarakat karena menilai timsel melanggar sejumlah tahapan dalam menjaring komisioner KPU Sulbar periode 2018-2023.

Kata Masram, Timsel dianggap melanggar Juknis Bab II angka 3 terkait seleksi adminitrasi. Dimana menurutnya, Timsel terbukti meluluskan satu orang peserta yang berkasnya cacat administasi pada tahapan penelitian administasi dan oleh Timsel memberikan kesempatan perbaikan pada tahap wawancara.

“Itu jelas salah, karena setiap tahapan ada waktunya, sehingga tahapan verifikasi administrasi tidak bisa lagi dibawah ketahapan wawancara,” ucap Masram. Sabtu (7/4).

Selain itu Masram menilai Timsel menyalahi Juknis BAB II huruf C angka 1 poin C yang mensyaratkan ambang batas kelulusan pada tes CAT adalah angka 60. Namun pada hasil tes CAT seleksi peserta, terdapat beberapa nama yang dinyatakan luluskan padahal nilainya dibawah angka 60.

“Kalau ada yang menyebutkan harus dicukupkan 35 orang, meski tidak memenuhi angka minimal 60 sesuai dengan Juknis, maka saya katakan timsel gagal paham dan tidak paham sama aturan. Pada hal jumlah 35 itu adalah jumlah maksimal, jadi kalau tidak cukup 35 orang yang mencapai angka 60 dari hasil CAT, maka tidak boleh dicukupkan. Tapi kalau lebih 35 orang, maka diurut dari tertinggi pertama sampai 35,” jelas Masram.

Masih kata Masram dalam wawancaranya dengan Katinting.com, bahwa pada pelaksanaan tes wawacara juga diduga menyalahi Juknis Bab II bagian B angka 6 huruf K, karena timsel hanya menekankan pada Bab II bagian B angka 6 huruf i. “Timsel tidak transparan, sehingga kami minta dibuka atau memutar kembali rekaman wawancara sehingg bisa dicocokan nilai yang diberikan Timsel kepada peserta pada format model TW.Timsel 11,” pungkasnya.

Masram juga membeberkan temuannya, dalam Juknis tes kesehatan yang mensyaratkan ada tes mata dan THT, namun oleh Timsel tidak mensyaratkan itu, sehingga kuat dugaan ada konspirasi dengan peserta.

Terkait dugaan sejumlah pelanggaran tersebut, Masram mengajak seluruh masyarakat untuk mencermati kerja Timsel dan sama-sama mendorong Ombudsman untuk melakukan tindakan tegas atas dugaan maladministasi yang dilakukan Timsel KPU Sulbar.

Selain ke Ombudsman Sulbar, pada Senin besok, 9 April 2018, Masram juga akan melayangkan surat aduan ke Komisi II DPR RI dan KPU RI, serta tembusan ke Ombudsman RI, Bawaslu dan DKPP di Jakarta.

Dimana Masram akan meminta Komisi II DPR RI untuk melakukan RDP dengan Timsel KPU Sulbar untuk membuka semua hasil tes yang telah dilalui. Seperti hasil tes psikologi dan membuka rekaman hasil wawancara untuk mengetahui hasil yang sebenarnya.

Pada KPU RI, Masram meminta untuk membatalkan hasil seleksi dan seluruh rangkaian proses seleksi calon anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat. Dan melakukan seleksi ulang dengan mengganti seluruh Timsel untuk mendapatkan anggota KPU yang mandiri, jujur, adil, profesional dan akuntabel.

Secara terpisah, Katinting.com mengkonfirmasi ketua Timsel KPU Sulbar, Mirawati mengatakan semua langkah yang kami ambil sudah dikomunikasikan ke KPU RI. Juga sudah kami jelaskan dalam pres rilis kemarin, jelasnya saat dikonfirmasi, Sabtu (7/4).

Berita terkait yang disebutkan Mirawati : Pasca Pengumuman 10 Besar, Ini Kata Timsel KPU Sulbar , Soal Kisruh Calon Anggota KPU Sulbar, Ini Klarifikasi KPU Sulbar.

(Anhar)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.