banner 900x90

Tim Korsup KPK Turun Tangan Terkait Kasus Dugaan Korupsi di Pasangkayu

151 views
banner 900x90

Tim KPK, Tipikor Polres dan Jaksa melakukan gelar perkara disalah satu ruangan dikantor kejaksaan negeri Pasangkayu. (Joni)

Pasangkayu, Katinting.com – Kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Kabupaten Pasangkayu, tak kunjung P21 (lengkap), sehingga membuat Tim Korsup KPK turun tangan melakukan gelar perkara di kantor Kejaksaan Negeri Pasangkayu.

Kasus dugaan tindak pidana korupsi dalam kegiatan penggunaan dana ganti uang (GU) tahun anggaran 2013 di Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan Kabupaten Pasangkayu ini sudah bergulir sejak tahun 2014 silam dan telah menyeret bendahara dinas perumahan hingga di vonis 1 tahun 8 bulan penjara.

Kasus inipun kembali bergulir di unit Tipikor Polres Mamuju Utara sejak Desember tahun 2016 dan menyeret nama Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kabupaten Pasangkayu inisial (AS). Namun sayangnya penyelidikan kasus dugaan korupsi yang dilidik secara maraton oleh pihak kepolisian dari Tim Tipikor inipun tak kunjung P21 di Kejaksaan Negeri Mamuju Utara, akibatnya kasus inipun mengalami P19 sebanyak tiga kali.

Karena mengalami P19 sebanyak tiga kali Tim Unit Koordinasi Supervisi (Korsup) KPK turun tangan menangani dan mencari penyebab kasus dugaan korupsi ini mengalami P19 sebanyak tiga kali. Padahal informasi yang dihimpun dilapangan kasus ini sendiri juga telah digelar di kantor Polda Sulbar beberapa waktu lalu.

Tim Korsup KPK ini sendiri tiba di kantor Kejaksaan Negeri Pasangkayu sekitar pukul 08.30 Wita menggunakan kendaraan roda empat berwarna silver dengan nopol DC  1436 AM, disusul Tim dari Tipikor Polres Pasangkayu yang tiba dengan kendaraan berwarna hitam dengan nopol DP 1127 CA, sementara Tim dari Polda Sulbar tiba menggunakan mobil berwarna maron dengan nopol  DD 1424 VC. Tim Korsup KPK ini baru keluar dari kantor kejaksaan sekira pukul 12.30 Wita.

Fikri Ketua Tim Korsup KPK usai melakukan gelar perkara di kantor Kejaksaan Negeri Pasangkayu mengatakan, “Kedatangan Tim Korsup KPK di Kabupaten Pasangkayu berkaitan dengan dugaan perkara korupsi dalam kegiatan penggunaan dana ganti uang (GU) tahun anggaran 2013 di dinas perumahan rakyat, kawasan permukiman dan pertanahan Kabupaten Pasangkayu yang ditangani oleh pihak kepolisian Polres Pasangkayu,” terang Fikri.

Lebih lanjut Fikri menjelaskan, “Kasus dugaan korupsi ini berkasnya bolak balik dari kejaksaan ke kepolisian sehingga saat ini pihak KPK, Kepolisian, Kejaksaan melakukan diskusi dan telah menemui titik temu. Perkara ini mempunyai indikasi kuat sehingga akan ditindak sampai ada putusan inkra dan dalam waktu dekat akan berproses,” tutupnya.

Sementara Hidjaz Yunus Kepala Tindak Pidana Kusus Kejaksaan Negeri Pasangkayu mengatakan, “Kedatangan Tim dari KPK di kantor kejaksaan dalam rangka memfasilitasi apa yang menjadi kendala sehingga kasus ini berkasnya bolak balik dari kejaksaan ke kepolisian,” ucapnya Hijaz.

Hijaz menjelaskan terkait bolak baliknya berkas sampai tiga kali P19 dikarenakan ada alat bukti yang belum dipenuhi oleh penyidik sehingga berkas kasus ini kami nyatakan belum lengkap karena adanya persepsi berbeda antara penyidik dan jaksa penuntut umum. Tutupnya Hijaz dengan singkat.

(Joni Banne Tonapa)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.