banner 728x90

Tertinggi di Sulbar, Perbup Mamuju Tentang AKB Pencegahan Covid-19 Belum Maksimal

banner 728x90

Ilustrasi — Penanganan pasien virus corona di China (AP Photo)

Mamuju, Katinting.com – Sudah sebulan lebih Peraturan Bupati (Perbup) Mamuju Nomor 18 Tahun 2020 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru Dalam Rangka Pencegahan Covid-19 dikeluarkan.

Namun, sampai saat ini, Perbup tersebut dinilai tidak mampu mencegah penyebaran Covid-19. Hingga Minggu 13 September tercatat 179 kasus terkonfirmasi Covid-19 di Mamuju. Sehingga menjadikannya sebagai Kabupaten dengan kasus tertinggi di Sulbar.

Sejak Perbup di keluarkan pada 7 Agustus 2020 lalu, sudah terjadi penambahan 96 kasus hungga saat ini, jumlah kasus terkonfirmasi pada 7 Agustus di Mamuju adalah 83.

Wakil Sekertaris Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Mamuju Muhammad Ali Rahman mengatakan, belum maksimalnya Perbup karena mereka masih mendesain teknis pelaksanaannya di lapangan. Apa lagi, Perbub itu masih dalam tahap sosialisasi dan juga belum adanya sanksi jelas bagi para pelanggar yang bisa diterapkan.

“Walau teman-teman TNI-Polri sudah mulai memberikan sanksi seperti push-up, namun secara umum kita belum duduk bersama untuk membahas itu,” kata Ali Rahman saat dihubungi, Minggu (13/9).

Karena, menurut Ali Rahman, Perbup itu tidak akan berguna jika sanksi yang diberikan tidak membuat jera para pelanggar. Ia menginginkan, sanksi itu dapat menyentuh psikologis masyarakat, sehingga mereka tidak akan acuh tak acuh lagi terhadap protokol kesehatan penyebaran Covid-19.

“Tapi, kita harus merumuskan dulu bersama-sama, tidak bisa kita merumuskan sendiri, karena ini akan berdampak pada masyarakat,” ujar Ali Rahman.

Ali Rahman menuturkan, nantinya, jika sanksi Perbup sudah dirumuskan, maka Ia menginginkan pihak TNI-Polri akan menjadi garda terdepan dalam penerapannya, utamanya pemberian sanksi. Hal itu merujuk, pada penerapan Perbup di daerah lain, dimana TNI-Polri memiliki peran yang sangat penting.

“Paling tidak, minggu depan kita coba diskusikan dengan TNI-Polri, untuk menemui titik jelas apa penerapan sanksinya,” tutup Ali Rahman. (*/Zul)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tertinggi di Sulbar, Perbup Mamuju Tentang AKB Pencegahan Covid-19 Belum Maksimal"