banner 728x90

Tembus 70 Ribu Perkilo, Mursalim : Kenaikan Ini Bisa Lama

banner 728x90

Gambar Bawang Merah. (IST)

Mateng, Katinting.com – Hari ke enam usai lebaran Idul Fitri, beberapa harga kebutuhan pokok di Mamuju Tengah masih menunjukan kenaikan harga.

Seperti harga bawang merah, saat ini sudah mencapai harga Rp.70 ribu sampai Rp.75 ribu perkilogram, dipasaran diwilayah Mamuju Tengah, sekalipun lebaran Idul Fitri telah lewat enam hari atau nyaris sepekan.

Kenaikan yang cukup signifikan diperkirakan akan berlansung lama, mengingat produksi bawang merah saat ini, memang mengalami penurunan karena ditingkat petani bawang disejumlah sentra produksi bawang merah baru akan memasuki musim tanam.

Salah seorang pedagang bawang merah di Mamuju Tengah, Mursalim, via telpon pada Jumat sore (29/05) menuturkan stok bawang merah masuk Mamuju Tengah, cukup sedikit, sementara permintaan dari konsumen cukup tinggi, maka tentu ini salah satu alasan mengapa harga di bawang merah di Mamuju Tengah makin naik.

Ia mengatakan, sebagai pedagang bawang merah tentu, juga melihat ini cukup mahal, tapi karena permintaan tinggi dan pasokan kurang, sehingga konsumen juga bisa memahami kenaikan ini.

“Buktinya stok kami setiap hari ludes, dan tak mampu memenuhi semua permintaan konsumen kami, dan sekalipun harga dibandrol hingga Rp.70 ribu sampai Rp.75 ribu perkilogram, mereka tetap membelinya untuk kebutuhan mereka,” kata Mursalim.

Sementara itu, pengecer bawang merah di Mamuju Tengah, Hasna, mengungkapkan kalau kenaikan harga bawang merah memang bakal naik terus hingga Rp.80 ribu perkilogramnya, tanda tandanya jelas, karena pasokan kurang, sementara permintaan terus pertambah.

“Saya saja dalam sehari, sampai 30 kilogram bawang merah bersih laku terjual, karena kami harus bersihkan dulu maka tentu kami hanya bisa menyiapkan hingga 30 kilogram perhari sampai 35 kilogram, dan tak ada yang tersisa setiap hari sejak usai ramadhan, makanya saya ungkapkan kalau ini bisa sampai harga Rp.80 ribu nantinya perkilogram,” ungkap Hasna.

Terpisah konsumen di Mamuju Tengah, Ratnawati, menyampaikan cukup memahami kenaikan harga bawang merah saat ini, dibandingkan dengan kebutuhan pokok lainnya, karena pengalamannya sebagai sarjana pertanian, memahami betul karakter musim dan cuaca yang tepat untuk mendapatkan produksi bawang merah.

“Nah saat ini, memang produksi bawang merah tak bisa diharapkan maksimal, karenanya kami ini cukup memahami mengapa bawang merah naik setajam itu grafik harga penjualannya, dan bagi kami tentu ini masih normal karena alasan pasokan yang kurang,” singkat Ratnawati.

(Mahfudz)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tembus 70 Ribu Perkilo, Mursalim : Kenaikan Ini Bisa Lama"