dprd sulawesi barat

Telur Diduga Palsu, Warga Mamuju Diminta Tak Resah

479 views
banner 468x60

Foto yang membandingkan telur yang diduga palsu. (Foto sumber)

Mamuju, Katinting.com – Dugaan telur ayam palsu  didapati seorang warga di Mamuju, saat membeli tiga butir dipenjual area kompleksnya.

Warga yang identitas dan tempatnya tidak ingin diekspos karena menjaga nama baik tempat ia membeli (diduga juga korban). Dikonfirmasi katinting.com menjelaskan perbedaan yang mencolok pada tekstur dan rasa telur yang ia beli dan sering konsumsi.

Ia yang sudah sering membeli ditempat langganannya itu, barusan menemukan keanehan tersebut. “Saya suka cicipi telur sebelum di goreng, untuk tahu sudah pas rasanya atau tidak. Tapi rasanya beda. Saya agak terganggu dirasanya, sampai muntah,” jelasnya kepada katinting.com dikonfirmasi via messenger. Rabu (7/2).

Ia juga sempat memvideokan hal tersebut. Menceritakan, awalnya, pagi hari, sekira pukul 08.00 ia membeli 3 butir telur dengan harga 2.000 untuk sarapan adiknya. Ia rasakan pada cangkangnya halus, kulit dalamnya tebal dan mudah di kupas tanpa sobek. Warna kuning telurnya sebelum diaduk seperti biasa, tapi putihnya encer dan mudah terpisah dari kuning telurnya.

Dari foto yang ia kirim kepada Katinting.com memperlihatkan foto yang diduga palsu, agak kemerahan dan yang tidak palsu itu kuning. “Paling beda dari warna, busanya pas di kocok itu banyak sekali, encer, dan tidak ada warna kuning telur sama sekali saat sudah di kocok. Kalau yang biasanya kan dominan kuning masih ada kelihatan putih kental sedikit-sedikit di telur saat sudah di kocok. Terus yang kedua saat di goreng seperti ada campuran air dalam kocokan telurnya dan hasilnya agak keras. Itu yang paling beda,” jelasnya.

Cangkangnya juga halus, tidak ada corak seperti cangkang telur pada umumnya, imbuhnya. Meski demikian ia tidak ingin memastikan hal tersebut palsu atau tidak, sebab menurutnya butuh penelitian lebih lanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Mamuju, Hj. St. Sutinah Suhardi, meminta masyarakat untuk tidak resah terkait hal tersebut. “Jadi mungkin tanggapan saya sebelum ada uji lab (laboratorium)  yang menyatakan bahwa itu telur palsu atau bukan masyarakat tidak usah resah”.

Sambung Hj. St. Sutinah Suhardi menerangkan,  Kami Dinas Perdagangan Insha Allah akan turun menginvestigasi masalah ini, jika sumbernya memberikan keterangan/info yang benar dan valid.

Kejadian yang mirip juga ditemukan di Jakarta, beberapa hari lalu, dilaman detik.com memberitakan adanya Video telur palsu tengah ramai diperbincangkan di media sosial. Ada beberapa versi video yang menunjukkan kuning telur yang tidak langsung hancur saat cangkangnya dipecahkan.

Heboh Video ‘Telur Palsu’ Cangkang Disebut Mirip Kertas.

Dalam laman tersebut Prof Hardinsyah, ahli pangan dari Universitas Sahid Jakarta mengaku belum pernah menemukan telur palsu di pasaran. Menurutnya, tentu dibutuhkan biaya yang tidak murah untuk menciptakan telur buatan yang mirip dengan asilnya.

“Di laboratorium bisa-bisa saja dibuat, secara teknologi memungkinkan. Zaman sekarang apa saja bisa dibikin,” kata Prof Hardin via detikHealth, Selasa (6/2).

“Tapi pasti butuh biaya mahal, sedangkan telur kan cuma Rp 2.000-an,” tambahnya.

Prof Hardin menilai pembuatan telur palsu pasti kurang menguntungkan. Kalaupun benar itu telur palsu, kemungkinan untuk dijual di daerah yang harga telurnya mahal sehingga lebih awet. Namun menurutnya, ini masih perlu dicek kebenarannya.

(Anhar)

Berikut Video warga Mamuju yang membandingkan telur yang diduga palsu:

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar