banner 728x90

Tapa Brata Dalam Kewaspadaan

Tidak ada komentar 348 views
banner 728x90

Suasana berlansungnya Tapa Brata di Tobadak III atau Polongaan, Kecamatan Tobadak, Mamuju Tengah. Tampak rumah warga tertutup rapat tanpa aktivitas. (Dok. Mahfudz)

Rahajeng nyanggra rahina Nyepi caka 1942, dumogi prasida ngalaksanayang Catur Brata Penyepian

Suasana sepi mewarnai perkampungan umat hindu disejumlah wilayah di Mamuju Tengah, tak nampak aktivitas sama sekali, semua warga berdiam diri dalam rumah.

Yang nampak hanya satu dua orang pecalang atau petugas keamanan kampung, berlalu lalang, menjaga keamanan kampung, yang warganya sedang melakukan Tapa Brata atau Penyepian, sebagai bagian dari memeringati Hari Raya Nyepi atau Tahun Baru Caka bagi Umat Hindu.

Tentu bagi umat Hindu, merayakan Nyepi tahun ini, merasakam suasana yang berbeda, akibat pandemi Virus Corona baru yakni Covid-19, sejumlah rangkaian acara menyertai perayaan yang dilakukan sebelum Tapa Brata tak sesemarak tahun tahun sebelumnya, tak ada pesta bakar Ogoh ogoh atau miniatur kejahatan yang digambarkan dalam berbagai wajah wajah seram, dibakar setelah diarak keliling kampung, yang menjadi sarana meluapkan rasa kemenangan kaum muda Hindu dan menjadi tontonan bagi masyarakat non Hindu, saat perwujudan kejahatan tersebut dibakar.



Tak ada perayaan melasti sebagai wadah umat melarung kelaut, melepas segala kesulitan dan keruwetan hidup, yang dilaksanakan disatu titik pantai, untuk Mamuju Tengah di Pantai Batu Meanak, Tumbu, Kecamatan Topoyo, agar semua umat saat memasuki penyepian dalam keadaan Suci dan Bersih dari berbagai kesulitan, keruwetan dan kejahatan hidup, sebab ruang larungan itu hanyut dilibas suasana perang melawan Covid-19.

Sebab jauh hari sebelum 25 Maret tiba, Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Cabang Mamuju Tengah melalui Panitia Perayaan Hari Raya Nyepi Mamuju Tengah, telah mengeluarkan himbauan tertulis pembatasan ruang ritual menyambut Tahun Baru Saka 1942 yang jatuh pada hari ini, bahkan secara eksplisit himbauan tersebut juga diperuntukan bagi umat non Hindu, yang selalu menantikan momen keagamaan ini tiba, sebab bisa menjadi tempat bagi saudara saudaranya non Hindu mengais rezeki berjualan makanan dan buah serta beragam pernak pernik, saat puncak perayaan Melasti dilaksanakan di Batu Meanak, Tumbu.

Tentu semua itu, menjadi upaya bersama untuk membangun kewaspadaan diri dan umat, agar semangat pelaksanaan Tapa Brata atau Penyepian Diri bagi umat Hindu tetap bisa berjalan, meski ruang ritual kemudian dipangkas beberapa bagian, tapi subtansi Tapa Brata atau Penyepian Diri tetap dapat berlansung secara khitmad dalam bingkai toleransi antar umat beragama.

Lalu apa makna bagi penulis dan kita semua umat beragama, yang penulis bisa tangkap pada Nyepi kali ini, pada hari pertama Tahun Baru Saka 1942 ini, bahwa Covid-19 telah mengharuskan para pemuka agama dalam perayaannya, bertoleransi lebih tinggi, bukan saja pada kepentingan keyakinan bagi saudara kita yang meyakini Hindu, tapi demi kemaslahatan bersama, pesan penting dalam pembatasan ruang ritual bagi saudara kita pemeluk agama Hindu, Ia juga ingin menyelamatkan dan mengiaga umat lain dari kemungkinan tertularnya Corona Virus.

Makna itu bisa kita lihat dari deretan kata pada sejumlah tema perayaan Nyepi Tahun 2020 ini, yang teradopsi dalam sejumlah ucapan Nyepi, diantaranya Semoga saat memperingati Hari Raya Nyepi tahun depan (baca 2021), kehidupan sudah lebih bagus dan lebih sejahtera dibandingkan dengan tahun ini. Tentu makna ucapan menjadi penanda bahwa Nyepi dalam masa perang melawan persebaran Covid-19 ini, bukanlah menjadi kendala bagi umat untuk tetap membangun harapan hidup lebih baik, sehingga kita tak harus putus asa dengan keadaan saat ini, kecuali hanya sekedar waspada dalam menjalankan ibadah Penyepian Diri ini.

Akhirnya Penulis pada kesempatan ini, mengucapkan Rahajeng nyanggra rahina Nyepi caka 1942, dumogi prasida ngalaksanayang Catur Brata Penyepian (Selamat menyambut hari Nyepi Caka 1942. Semoga dapat melaksanakan Catur Brata Penyepian).

Laporan : *Mahfudz, Mamuju Tengah

Bagikan
banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Tapa Brata Dalam Kewaspadaan"