SPBU Di Pasangkayu Diduga Sering Menyalahi Aturan, Komisi II DPRD Segera Memanggil Pihak Terkait

Mobil Ambulance Milik Pemda Pasangkayu Saat Berada Di SPBU Bulucindolo

Pasangkayu, Katinting.com –  Fitriani, bidan praktek swasta di Pasangkayu, Sulawesi Barat menyesalkan ketiadaan stok BBM emergency (darurat) di SPBU Bulucindolo, kota Pasangkayu.

Hal ini terjadi saat dia mampir di SPBU itu untuk mengisi BBM jenis solar untuk merujuk pasien tujuan Makasssar, Sulawesi Selatan, menggunakan mobil ambulance milik pemda Pasangkayu, Kamis dini hari, 20 Februari 2020.



 

Pasalnya, saat hendak mengisi BBM yang yang bersifat darurat, di SPBU tersebut ternyata kosong. Ia menduga sudah dijual ke konsumen pengguna jerigen.

Karena kesal, iapun meluapkan ke media sosial sehingga mendapat beragam tanggapan dari warganet. Dan, seorang anggota DPRD Pasangkayu turut mengomentari.

“Perlu perhatian khusus dan emergensi ini Pertamina bulu cindolo …. Masa TDK ada dia siapkan solar utk kebutuhan emergency seperti utk ambulanc tengah malam begini mau bawa pasien darurat…. Klau kebutuhan emergency utk isi jergen pasti selalu ada. Jam 3 subuh sy singga mau minta isi solar utk ambulanc katax kosong dn ini SDH sering terjadi tapi untuk isi jergen selalu ada. Semoga ada perbaikan ke depan nya. Aamiin,” kesal Fitri seperti dikutip melalui postingan di akun medsos.

Karena kejadian ini, mobil ambulance yang dia gunakan terpaksa melanjutkan perjalanan hingga Topoyo (Mamuju Tengah) guna mendapatkan solar. Itu ia sampaikan kepada media ini melalui telpon seluler.

Ia berharap kepada pihak terkait agar memberikan perhatian khsusus kepada stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang beroperasi di kota Pasangkayu.

Herman Yunus, anggota DPRD Pasangkayu mengatakan, dalam waktu dekat akan segera memanggil pihak pengelola SPBU Bulucindolo termasuk Ako dan lainnya yang beroperasi di wilayah Pasangkayu.

Selain itu, ia juga akan memanggil dinas Perdagangan dan ESDM, serta penegak hukum untuk menjelaskan masalah yang sudah berlarut ini.

Alasannya, SPBU yang ada wilayah Pasangkayu sudah sering menyalahi aturan. Terutama penggunaan jerigen yang dia duga lebih kepada mencari keuntungan bisnis yang mengakibatkan kepentingan umum tarabaikan.

“Saya melihat SPBU di wilayah Pasangkayu sudah keterlaluan menyalahi aturan. Pengisian jerigen itu hanya kebijakan, tapi sudah dimanfaatkan mejadi ladang bisnis demi keuntungan semata. Sehingga melalaikan kepentingan umum,” kata Herman.

Pasalnya, keberadaan sejumlah SPBU di wilayah ini, seperti SPBU yang berlokasi di desa Ako dan Bulucindolo serta SPBU di Sarjo, diduga sering melakukan pelanggaran. Di antaranya, penjualan BBM melalui jerigen. Sehingga, banyak konsumen umum yang sering tidak kebagian BBM jenis tertentu, misal premium dan solar.

Berdasarkan investigasi media ini beberapa waktu lalu pada tengah malam di salah satu SPBU di kota Pasangkayu, menemukan puluhan mobil bak terbuka sedang melakukan pengisian jerigen dengan skala besar.

Saat wawancara salah seorang pelanggan pengguna jerigen yang tidak disebutkan namanya, mengaku jika harga yang didapatkan untuk jenis premium Rp7.000 atau selisih Rp550 dari harga normal. Walau begitu, ia terpaksa membeli untuk dijual kembali.

Padahal, pihak Pertamina melarang konsumen membeli bahan bakar minyak (BBM) di SPBU dengan maksud dijual kembali. Larangan tersebut tertuang dalam undang-undang nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas.

Benny Hutagaol, Sales Executive Pertamina Retail IV mengatakan, masyarakat dilarang membeli BBM jenis apapun untuk dijual kembali karena bertentangan dengan UU No.22/2001.

“Siapa saja yang melanggar pasal 53 UU No. 22 tahun 2001 tentang migas bisa diancam pidana maksimal tiga tahun penjara dengan denda maksimal Rp 30 miliar,” kata Benny, (3/8/).

Benny menegaskan, pelarangan ini juga berlaku pada kios-kios penjual yang memperdagangkan berbagai jenis BBM untuk mencari untung, seperti yang dikutip dari media Otomotifnet.com edisi Minggu, 4 Agustus 2019.

Hingga berita ini ditayangkan, media ini belum berhasil menkonfirmasi kepada penanggungjawab SPBU Bulucindolo.

Arham Bustaman

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "SPBU Di Pasangkayu Diduga Sering Menyalahi Aturan, Komisi II DPRD Segera Memanggil Pihak Terkait"