Soeharto, Gelar Pahlawan Akan Didapat Cepat atau Lambat

217 views

Tri Joko Susilo, SH

Oleh : Tri Joko Susilo, SH.

Ketua Umum DPP Perisai Berkarya

 

Beberapa hari lagi bangsa Indonesia kembali akan merayakan hari pahlawan tepatnya 10 November 2017. Momen tanggal dan bulan sejarah tersebut biasanya pemerintah Republik Indonesia akan memberikan gelar pahlawan kepada para tokoh yang berjasa kepada bangsa dan negara ini, apakah tahun ini Presiden Republik Indonesia akan memberikan gelar kepahlawanan untuk Jendral Besar HM. Soeharto (Presiden RI-2). Kita tunggu saja pengumumannya.

Gelar pahlawan nasional bagi Bapak Jendral Besar HM. Soeharto (Presiden RI-2) diprediksi perisai partai berkarya cepat atau lambat akan diperoleh pak Harto, perjuangan itu sudah dilakukan sejak dulu dan tinggal political will dari kementerian sosial.

Perisai Berkarya melihat kalau tidak saat ini, tahun yang akan datang pun masih ada harapan, perisai dulu sejak aktivisnya ada di HMPI (Himpunan Masyarakat Peduli Indonesia), MUAMMAR (Masyarakat Pemerus Amanat Supersemar) dan kini di Perisai serta Soeharto Institute tak kenal lelah memperjuangkan itu dan yakin suatu saat hal itu akan terwujud.

Gelombang pak Harto sebagai pahlawan semakin mendekati puncaknya pada pemutaran serentak hampir semua elemen bahkan partai yang masa lalu sering berburuk sangka dengan pak Harto kini ikut memutar dan melihat jasa Soeharto pada tragedi 65.

Perisai Berkarya menilai 10 november 2017 nanti perlu ada tokoh terbaik yang membuat peringatan hari pahlawan lebih semarak.

Selain itu bila pemerintah memberi gelar pahlawan pada pak Jenderal Besar HM. Soeharto (Presiden RI-2), masyarakat melihat pak Jokowi lebih rendah hati daripada pak SBY, tiga tahun pemerintahan Jokowi, sudah, dan ia melihat pak Jokowi perlu mengagresifkan tim di Kemensos mengenai siapa figur bapak bangsa yang layak dapat gelar pahlawan itu.

Kita selalu optimis dan harapannya teman-teman media, LSM, Ormas, dan lain-lain ikut semakin bertambah yang menyuarakan gelar pahlawan bagi Soeharto.

Seharusnya pemerintah saat ini tidak perlu mempertimbangkan akan gelar kepahlawanan Pak Harto. Mulai dari perjuangannya merebut ibu kota negara waktu itu Jogjakarta yang di kenal dengan pertempuran Jogja kembali serangan umum 1 Maret 1949, Soeharto pada saat itu sebagai komandan brigade X/Wehrkreis III melalui pasukan Janur Kuningnya, lalu secara nyata menjadi Panglima Besar Komando Tertinggi pembebasan Irian Barat, Panglima Mandala dijabat oleh Mayor Jenderal Soeharto. Pembebasan Irian Barat yang diberi nama operasi mandala serta masih banyak lagi sosok kepahlawanan yang patut diberikan penghargaan oleh pemerintah, sehingga adanya kebanggaan nasionalisme kami kami yang saat ini sedang mengisi kemerdekaan dengan damainya. (*)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar