banner 728x90

Silpa Tinggi, DPRD Nilai Pemprov Sulbar Kerja Tak Maksimal

Sekprov Sulbar, Muhammad Idris saat membacakan penjelasan Gubernur Sulbar terhadap Ranperda pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2018 di aula DPRD Sulbar. (Foto Anhar)

Mamuju, Katinting.com – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Tahun 2018 sebesar Rp. 129 Miliar lebih, tinggi dibandingkan tahun sebelumnya.

Hal tersebut dikatehui saat rapat paripurna DPRD Sulbar tentang penjelasan Gubernur Sulbar terhadap Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2018, di gedung DPRD Sulbar, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Mamuju, Selasa (25/6).

Harun yang memimpin rapat Paripurna tersebut, menyesalkan penggunaan anggaran Pemprov Sulbar yang tidak maksimal di tahun 2018.

“Ini harusnya menjadi perhatian lebih pemerintah, karena jika sisa anggaran tinggi berarti Pemprov Sulbar tidak maksimal dalam bekerja. ini harus diperbaiki kedepan, jangan lagi seperti ini,” pungkas Harun.

Sementara itu, Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulbar, Muhammad Idris yang mewakili Gubernur Sulbar dalam rapat paripurna itu mengatakan, untuk ukuran provinsi Silpa sebasar 129 M lebih itu masuk dalam kategori tinggi.

Sekprov menuturkan, ada tiga penyebab tinggi Silpa tahun 2018. Yang pertama Silpa pada tahun 2017 juga tinggi, ada efesiensi yang muncul di internal baik di organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan sekretariat, dan ada beberapa kegiatan yang tidak diselesaikan.

“Nah ini menjadi catatan yang saya kira menjadi perhatian karena ada program yang menurut anggota dewan itu seolah-oleh dipaksakan kenapa tidak jalan, karena mungkin perencaaannya yang gagal. Bisa juga karena waktunya terbatas, bisa juga karena kemungkinan itu tadi sistim pengadaan Barjas (barang dan jasa) kita yang terlambat,” tuturnya.

“Sehingga point ketiga itu yang mempengaruhi Silpa banyak kegiatan yang tidak bisa diselesaikan pada tahun 2018. Bukan banyak, ada kegiatan yang kontribusinya sekitar 12 persen. Itu semua yang membuat Silpa kita besar.” tambahnya.

Satu lagi yang mempengaruh tinginya Silpa pada tahun 2018, yakni tidak diketuknya APBD-Perubahan tahun 2018, “Tadi kita sudah jelaskan karena APBD-P tidak ada. jadi itu yang membuat sejarah tahun 2018 yang membuat Silpa kita tinggi kurang lebih 129 M. itu kalau kategori provinsi itu tinggi,” katanya.

Denga begitu, Sekprov berharap pada tahun 2019 ini dan tahun-tahun kedepannya tidak terjadi lagi hal yang sama.

“Tidak boleh gagal lagi dari aspek perencaaan tadi, harus sesuai kebutuhan. apalagi mengenai akses eksekusinya. Tidak boleh lagi ada proyek yang akhirnya gagal tender, ada program yang akhirnya berhenti dijalan dan seterusnya,” harapnya.

(Zulkifli/Anhar)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Silpa Tinggi, DPRD Nilai Pemprov Sulbar Kerja Tak Maksimal"