dprd sulawesi barat

Sidang DKPP, 2 Anggota Panwascam Terbukti Melanggar Kode Etik

255 views
banner 468x60

Suasana sidang kode etik penyelenggara pemilu di aula KPU Sulbar. (Srf)

Mamuju, Katinting.com – Dua anggota Panwascam, menyatakan mundur usai menjalani sidang kode etik penyelenggara pemilu Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) di aula KPU Sulbar. Jumat (26/1).

Keduanya adalah Thalib, Ketua Panwascam Kecamatan Tapalang Barat, Kabupaten Mamuju. Thalib diadukan oleh warga bernama Muhammad Nur K, atas dugaan terlibat disalah satu partai politik.

Kemudian Dzul Henderiawan, anggota Panwascam Duripoku, Kabupaten Pasangkayu. Diadukan sesama anggota Panwascam bernama Syamsuddin, Andi Nurhadi dan Nurliana, juga atas dugaan terdaftar sebagai anggota partai.

Sidang dipimpin langsung anggota DKPP RI, Prof. Muhammad, didampingi Ketua Bawaslu Sulbar, Sulfan Sulo, Anggota KPU Sulbar Mursalim dan perwakilan tokoh masyarakat Prof. Sukaji sebagai majelis sidang.

Turut hadir Ketua Panwas Kabupaten Mamuju, Faisal Jumalan, para pengadu dan beberapa anggota Panwascam dari dua Kecamatan tersebut.

Pada sidang kode etik Thalib dan Dzul dicecar puluhan pertanyaan dari majelis sidang. Mulai dari mana keduanya mendapatkan informasi tentang peneriman Panwascam hingga persyaratan utama manjadi anggota Panwascam.

Mereka mengakui aduan tersebut sehingga harus menanggung konsekuensi. Thalib mengaku terlibat sebagai anggota Partai Perindo dan Dzul mengaku pernah menjabat sebagai bendahara Partai Nasdem Kecamatan Duripoku. Sehingga keduanya terpaksa mundur.

“Mereka kita periksa dengan tuduhan keterlibatan partai politik. Penyelenggara, dalam undang-undang ditegaskan tidak boleh seorang Paswancam, Panwas atau Bawaslu, terlibat sebagai partisan atau menjadi bagian dari parpol dan tim sukses,” kata Muhammad yang dikutip dari tribunSulbar.com.

“Itu syarat yang sangat prinsip. Dari fakta-fakta yang muncul dipersidangan ini akan kami pelajari, untuk pengambilan keputusan pada pleno DKPP nanti. Sidang tadi belum menghasilkan keputusan, nanti di DKPP yang menentukan,” ujarnya menambahkan.

Muhammad mengatakan, meski keduanya menyatakan mundur usai mengakui keterlibatannya sebagai anggota partai politik saat mendaftar sebagai Panwascam, pihak DKPP akan tetap lakukan proses pleno sebagaimana yang diatur dalam undang-undang penyelenggara pemilu.

“Tadi kita dengarkan keduanya menyatakan mundur, tapi secara administratif tentu mereka akan tetap melaporkan secara tersurat kepada yang mengangkat menjadi Panwascam. Kemudian kami juga tetap melanjutkan proses di DKPP,” tutur mantan Ketua Bawaslu Pusat itu.

(Syarifuddin) 

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar