banner 900x90

Semangat Hari Pahlawan, Lawan Penjajahan Gaya Baru

169 views
banner 900x90

Unjukrasa FPPI Mamuju, Komkar dan Maper di simpang lima kali Mamuju. (Ist)

Mamuju, Katinting.com – Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FFPI), Komunitas Mahasiswa Untuk Kedaulatan Rakyat (Komkar) dan Mahasiswa Peduli Ekonomi Kerakyatan (Maper) melakukan aksi unjukrasa di simpang lima kali Mamuju.

Unjukrasa tersebut bertepatan dengan momentum hari pahlawan nasional, 10 November, yang dikawal ketat aparat kepolisian berseragam dan pakaian biasa.

Ketua Komkar yang baru terpilih, Irfan kepada Katinting.com mengatakan, penjajahan gaya baru, dalam hal ini neokolonialisme masih berkembang di Indonesia pada saat ini yang tidak bisa kita kendalikan lagi karena sistem yang di terapkan membuat rakyat tak sadar jika sampai saat ini kita masih mengalami penindasan.

“Kita tidak ingin menjadi penonton dan budak dinegeri sendiri, sama halnya dengan ayam mati dilumbung padi. Para pahlawan yang gugur dalam peperangan pada saat itu bentuk perlawanannya nyata. Dan kita sebagai generasi bangsa mestinya bersatu untuk melanjutkan  perjuangan para pahlawan kita yang terdahulu, dengan meneguhkan kedaulatan rakyat atas tanah, air dan udaranya secara total 100 persen,” terang Irfan.

Sambung Irfan, Pemuda dan mahasiswa menjadi salah satu jawaban dari problem yang terjadi di Negara kita, pemuda dan mahasiswa harus berani mengambil sikap untuk melawan segala bentuk penindasan dan kebijakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab terhadap sistem yang berlaku dinegara kita cintai Indonesia ini.

Dalam pembukakan Undang-Undang Dasar 1945 menegaskan “Bahwa penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan prikemanusiaan dan prikeadilan” tetapi seperti kita ketahui sampai hari ini praktek-praktek penjajahan dan penindasan secara struktural masih saja terjadi di Negeri ini. Maka dari itu kami dari FFPI, Komkar dan Maper, sambung Irfan, menuntut kepada pemerintah agar menerapkan sistem penentuan harga yang transpran buah harga sawit agar harganya menguntungkan petani.

Selain itu stop alih fungsi, lahan, stop impor pangan, lokalisasi hasil pertanian dan perkebunan, perjelas areal wilayah pertanian, pendidikan murah, tegakkan supremasi hukum, hapus PP. No 78 Tahun 2015, turunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dan hapus utang lama tolak utang baru. Tutupnya.

(Rls/Anhar)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.