banner 728x90

SDK Sebut Pemkab Mamuju Halangi Program untuk Petani

Tidak ada komentar 2049 views
banner 728x90

Suhardi Duka saat sambutan pada acara penyerahan bibit jagung kepada kelompok tani. (Dok. Anhar)

Mamuju, Katinting.com – Suhardi Duka (SDK) menyatakan Pemerintah Kabupaten Mamuju seolah tidak membuka ruang untuk bersinergi dan bekerjasama dengan dirinya selaku anggota DPR RI daerah pemilihan Provinsi Sulawesi Barat.

Hal tersebut dikatakan mantan Bupati dua periode ini pada saat menyalurkan bantuan bibit jagung kepada kelompok tani di Balai Pertanian di Kalukku, Mamuju, Sabtu (4/7).

BACA JUGA : Perjuangan di Senayan, SDK Akhirnya Salurkan Bibit Jagung Kepada Kelompok Tani

Padahal menurut anggota Komisi IV, DPR RI ini banyak hal dapat ia lakukan di Mamuju untuk diperjuangkan di Senayan, akan tetapi banyak hambatan di Pemerintah setempat.

“(Pemerintah) Provinsi itu lebih welcome dan sinergi. Mamuju ini dihalangi kita,” kata Suhardi Duka.

Ndak apa-apa kamu halangi saya, nanti saya alihkan kabupaten lain. Ndak apa-apa kamu halangi saya asal kamu kasi juga ke petani, tapi sudah kamu halangi tapi juga ndak kasi petani?” pungkas mantan Bupati Mamuju dua periode ini.

Meski begitu, dirinya menuturkan sebagai anggota DPR RI pada komisi yang juga membidangi pertanian, serta di Badan Anggaran, dia akan tetap memperjuangkan kebutuhan para petani.

“Sisa bagaimana membangun sinergitas dengan pemerintah Provinsi sampai Kabupaten. Kalau tidak welcome akan susah, masyarakat yang membutuhkan, petani yang perlu jadi jangan dihalang-halangi,” sebutnya.

BACA JUGA : Kadis Pertanian Mamuju Dituding Persulit Program Jalan Tani

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Sulawesi Barat Hj. St. Suraidah Suhardi, bahwa sejumlah program yang diusulkan sinergi dengan progam anggota DPR RI (Suhardi Duka) terkendala karena dipersulit oleh pemerintah Kabupaten Mamuju.

“Sejumlah usulan progam untuk masyarakat itu malah dipersulit. Kami minta rekomendasi kepada dinas pertanian untuk usulan jalan tani itu tidak diberikan, jadi susah,” kata Hj. St. Suraidah Suhardi. Sabtu (4/7).

Sambung Suraidah, kalau begini yang rugi siapa? Masyarakat Mamuju juga kan. Ini daerah pemilihan saya, dipilih masyarakat Mamuju, masa program saya harus alihkan ke kabupaten lain hanya karena kepala dinasnya (Dinas Pertanian) tidak merespon untuk memberikan rekomendasi, lucukan. “Saya tidak mau disesali masyarakat Mamuju, padahal pemerintahnya yang tidak respon, akhirnya saya alihkan ke Pasangkayu karena dinasnya merespon dengan baik,” tuturnya.

Sementara itu, Alwinuddin membantah hal tersebut. “Kami tidak pernah menghalangi program yang masuk dipertanian. Baik itu bersumber APBD maupun APBN. Tapi semua program harus melalui perencanaan,” terang Alwinuddin saat dikonfirmasi Katinting.com via WhatsApp. Minggu (5/7).

Foto Suhardi Duka dan Suraidah Suhardi bersama kelompok tani saat menyerahkan bibit jagung. (Dok. Anhar)

(Anhar)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "SDK Sebut Pemkab Mamuju Halangi Program untuk Petani"