banner 728x90

SDK Dianggap Menentang Surat Perintah Presiden dan Konstitusi

2732 views
banner 728x90
Warga yang melakukan unjukrasa dengan membentangkan spanduk

Warga yang melakukan unjukrasa dengan membentangkan spanduk

Katinting.com, Mamuju – Warga Desa Malino, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat menggelar unjukrasa di pertigaan samping gedung DPRD Mamuju.

Aksi ini membentangkan spanduk yang bertuliskan, “Bapak Suhardi Duka, calon Gubernur Sulawesi Barat 2017-2022 berani menentang surat perintah presiden RI Joko Widodo dan konstitusi UUD 1945.”

Selain itu dipoin berikutnya meminta, KPU jangan membiarkan Cagub Sulbar yang berani memperkosa hak rakyat.

Lanjut, karena jabatannya, Suhardi Duka mempermainkan dan membiarkan kezholiman serta merampas hak rakyat.

Arianto Rahman selaku kordinator aksi menerangkan, pada tahun 2012 dilakukan eksplorasi diatas tanahnya seluas 1 Ha oleh perusahaan migas Tately N.V atas rekomendasi oleh bupati saat itu yaitu Suhardi Duka (SDK), namun tidak pernah dibayarkan ganti rugi.

“Ada ganti rugi tapi bukan tanah saya, itu tanahnya orang, sedangkan tanah saya yang tempati bor migas, entah siapa yang ambil uangnya,” kata Arianto.

Arianto pun telah mengadukan hal tersebut sampai kepada presiden dan akhirnya melalui Kementerian Sekertaris Negara Republik Indonesia, nomor surat B-769/Kemensetneg/D-3/DM.05/02/2016, tertanggal 4 Februari 2015, perihal pengaduan masyarakat agar Bupati Mamuju memfasilitasi penyelesaian ganti rugi atas tanah milik pengadu setifikat hak milik nomor 000495, yang digunakan untuk lokasi pengeboran minyak dan gas oleh Tately N.V.

“Saya tidak permasalahkan jumlahnya berapa, tapi kasi ka juga hak ku,” tutur Arianto.

Menurutnya yang paling bertanggungjawab atas persoalannya tersebut adalah pemerintah saat itu yaitu SDK yang atas kebijakannya sehingga tanahnya di eksplorasi, namun tidak diganti rugi.

“Sudah 5 tahun saya berjuang, kalau tidak ada penyelesaian saya akan kembali ke istana. Saya hanya petani kecil, tanpa legalisasi itu saya tidak berani lakukan,” terangnya.

Yang saya lakukan adalah mencari hak saya, tutupnya saat diwawancarai katinting.com. (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.