banner 900x90

Saksi SDK-KK di Sidang MK Dianggap Lemah

208 views
banner 900x90

Saksi terkait ABM-Enny saat sidang di MK.

Jakarta, Katinting.com – Jalannya persidangan sengketa Pilgub Sulbar yang digelar oleh Mahkamah Konstitusi, Jumat (7/4), cukup alot dengan menghadirkan kesaksian saksi SDK-Kalma sebagai pemohon, saksi KPU sebagai termohon dan saksi ABM-Enny sebagai terkait.

Meski demikian, saksi paslon terkait ABM-Enny semakin optimis menangkan sengketa setelah melihat lemahnya kesaksian pihak SDK-Kalma dalam persidangan.

“Materi kesaksian pemohon sangat lemah. Sebagiannya obscuur, sebagiannya lagi tidak cukup memberikan fakta persidangan yang otentik dengan fakta kronologis dan empiris gugatan mereka. Kami yakin gugatan mereka akan ditolak dalam sidang putusan selambatnya bulan Mei nanti.” Sebut Maenunis.

Saksi ABM-Enny yang ikut memberikan kesaksian dalam sidang pleno MK tersebut, mengungkap kelemahan pihak SDK-Kalma dalam persidangan.

“Lima orang saksi utama SDK-Kalma mengemukakan dalil dan locus tidak sinkron. Selain itu inkonsistensi antara satu keterangan dengan keterangan yang lain pada satu objek gugatan berulang kali dilakukan para saksi pemohon. Makanya, majelis hakim memperingatkan mereka untuk tidak berbohong dalam persidangan.” Ungkap Maenunis.

Dirinya juga menyebut para saksi SDK-Kalma, tidak memahami substansi yang menjadi objek gugatan utama mereka.

“Dua saksi tambahan pihak pemohon juga sangat lemah. SDK-Kalma mengambil saksi dari ketua KPPS di Polewali. Eksistensinya menjadi saksi pemohon, ditegaskan oleh majelis hakim telah melanggar kode etik sebagai pelaksana dan terancam untuk dipidana. Sedang saksi lainnya dinilai mengemukakan kesaksian yang persis sama dengan saksi utama pemohon sehingga tidak diakomodir oleh majelis hakim.” Imbuh VO Media Center ABM tersebut.

Agenda sidang selanjutnya adalah sidang putusan yang di jadwalkan akan digelar pada bulan Mei mendatang. Sidang tersebut, sekaligus akan menetapkan pemenang Pilgub Sulbar 2017 ini. (Rls)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.