banner 728x90

RSUD Matra Bantah Kematian Aqifa Karena Malpraktek

1338 views
banner 728x90

l

RSUD Matra Bantah Kematian Aqifa Karena Malpraktek

Pihak RSUD memberikan keterangan atas meninggalnya Aqifa

Katinting.com, Pasangkayu – Terkait meninggalnya Aqifa Putri bayi 11 bulan beberapa waktu lalu yang diduga korban Malpraktek. Dokter yang menangani Aqifa kala itu, dr. Mariati memastikan bahwa kematian Aqifa bukan karena suntikan antibiotik yang diberikannya.

Ia mengklaim bahwa penanganan medis yang diberikannya telah sesuai dengan dengan prosedur tetap (protap) pelayanan kesehatan RSUD Matra.

Sebelum penyuntikan obatpun, ia telah melakukan skin test (tes kulit) untuk menguji apakah yang bersangkutan alergi terhadap obat tertentu atau tidak.

Kata dia, kemungkinan penyebab Aqifah meninggal karena penyakit bronkopneumoni (radang/infeksi paru-paru) yang dideritanya sudah cukup parah, sebab menurut hasil pemeriksaannya Aqifah sudah menderita bronkopneumoni hampir seminggu. Didalam paru-paru bayi tersebut terdapat endapan cairan lendir yang cukup banyak.

“Pasien masuk jam 11.00 wita dengan kondisi yang sudah lemas, saya duga penyakitnya bronkopneumoni, sebelumnya  sempat saya tanya ibunya dia bilang sudah empat hari dan saya tanya bapaknya dia bilang sudah seminggu, tapi katanya batuk pileknya memang sudah lama dan baru dibawa kemari dengan suhu tubuhnya memang sudah tinggi, dan wajar saya kasi suntikan antibiotik karena sudah infeksi berat, dan hasil skin test pasien negatif tidak alergi obat,” terangnya saat di konfrontir oleh anggota komisi I DPRD Matra Ikram Ibrahim, Selasa (2/2).

Dikesempatan yang sama, Ketua Komite Medik RSUD Matra dr. Welly, membenarkan bahwa penanganan medis terhadap Aqifah berdasarkan hasil penyelidikannya telah sesuai prosedur di RSUD Matra. Ia pun berkesimpulan bahwa kematian Aqifah disebabkan oleh penyakit bronkopneumoni yang dideritanya sudah cukup parah.

Kendati demikian, ia mempersilahkan kedua orang tua Aqifah ataupun pihak- pihak lain untuk mendatangkan seorang ahli, jika merasa belum puas dengan penjelasan pihak RSUD tersebut.

“Jadi tadi malam saya sudah mencari status pasien yang bersangkutan saya sudah baca baik-baik apa yang telah dilakukan oleh teman-teman sejawat, di rekam medik itu tertulis semuanya sudah sesuai dengan protap yang berlaku di RSUD, dan saya sudah memanggil teman sejawat yang bersangkutan mendengar keterangan dari mereka dan saya kira memang kemungkinan bayi ini menderita bronkopneumoni yang sudah masuk fase yang parah, dimana infeksinya sudah sampai diselaput otak,” jelasnya. (Joni)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.