banner 728x90

Risma Tetap Produktif Ditengah Pandemi

Tidak ada komentar 571 views
banner 728x90

Aktivitas Risma Sakir ditengah Pandemi Covid-19.

Kita galakkan pemberdayaan, ketika berhasil, mereka bisa terbantu. Artinya berkepanjangan. Karena kalau hanya memberi, bisa jadi dimanjakan dengan pemberian. Sama saja mengajarkan mereka untuk meminta-minta. Itu diutarakan Risma Sakir ditengah aktifitasnaya sebagai kurir dan penggerak warga ditengah pandemi covid-19.

Di pandemi virus corona sekarang ini banyak sekali kegiatan-kegiatan atau aktivitas masyarakat menjadi serba terbatas, bahkan tak jarang dari mereka yang penghasilannya menurun. Namun hal itu tidak terjadi bagi Risma (36) warga Desa Tapango, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar. Risma tetap semangat untuk membantu serta berbagi bagi ke sesama.

Banyak hal yang dilakukan Risma untuk menggerakkan warga tetap produktif ditengah pandemi covid-19. Ia memberdayakan warga dengan membuat gantungan pot bunga, pemanfaatan pekarangan rumah dengan bercocok tanam, membuat kolam ikan nila dari terpal dan masih banyak hal lainnya lagi yang dilakukan.

Aktivitas Risma setiap harinya begitu padat. Selain bekerja sebagai kurir, dia juga honorer SMA Negeri 1 Tapango, Polman. Namun semenjak pandemi covid-19 aktivitas mengajar disekolah ditiadakan, karena proses belajar mengajar saat ini dilakukan via daring.

Karena itu, ibu dua anak ini sudah tak pernah lagi ke sekolah, waktunya di habiskan untuk ngurir dan mengunjungi Dusun Landi tempat Risma melakukan pemberdayakan warga. “Saya ngurir itu dari pagi sampai tengah hari Pak, setelah itu saya ke dalam (Dusun Landi),” sebut Risma saat dihubungi katinting.com via telepon, Senin (19/10).

Berprofesi sebagai kurir, tentunya Risma tahu tentang apa saja saat ini digemari konsumen. Salah satun yang trend saat in adalah maraknya ibu-ibu rumah tangga yang berbudidaya tanaman bunga saat ini.  Melihat peluang itu, Risma mengajak warga untuk membuat satu keterampilan dengan membuat gantungan pot bunga. Katanya dalam satu gantungan pot bungan modalnya hanya 30 ribu rupiah.

Risma menyampaikan, Kalau saya jual online itu bisa sampai 120 ribu. Jadi kadang satu orangnya itu dalam sehari kalau banyak pesanan sampai 90 ribu dia dapat. Daripada katanya pergi jadi pa’daros (buruh tani panen padi) begitu 20 ribu dia dalam sehari. sedangkan bikin gantungan bungan cuma duduk saja, ungkap.

Selain keterampilan, Risma juga mengajak warga memanfaatkan pekarangan rumahnya dengan bercocok tanam untuk kebutuhan sehari-hari. Dia bercerita, awalnya kurang mendapat respon yang bagus dari warga setempat. Banyak yang meragukan, bahkan tidak sedikit di antaranya yang memilih tidak perduli. Mengakali itu untuk mendapat perhatian warga, Risma meminjam pekarangan warga dijadikan percontohan. Ia bergerak sendiri.

Kegiatan Risma awalnya hanya jadi tontonan saat bercocok tanam, akhirnya ketika 80 persen sudah jadi, satu dua orang mulai tertarik sambil bertanya-tanya. Alhamdulillah pemerintah bersama ibu PKK juga memberikan bantuan, hingga akhirnya banyak yang ikut bergerak, paparnya.

Mendapat respon yang baik dari warga dan pemerintah setempat. Risma akhirnya membuat terobosan baru yaitu, mencoba meningkatkan pendapatan warga setempat dengan budidaya ikan lele dan nila dari kolam terpal. Warga yang berbudiaya ikan lele dan nila ini diberikan bantuan bibit ikan dan terpal oleh Risma. Saat ini, sudah 16 terpal kolam ikan yang telah terbangun. Bahkan masih ada warga yang juga meminta terpal untuk memulai budidaya ikan.

Saya sebenarnya tidak terlalu berfikiran mesti dijual tetapi paling tidak itu menjadi kebutuhan sehari-hari mereka. Jadi sedikit pengeluaran. Apalagi ditangah pandemi ini, ungkapnya.

Selain itu, Risma juga bekerja sebagai guru sukarela di salah satu sekolah di daerah ini, ia memberikan pelajaran tambahan bagi anak usia sekolah yang sejak masa pandemi kesulitan mengikuti proses belajar mengajar.

Selain mengerrakkan warga untuk tetap produkit, Risma juga memberi pelajaran tambahan bagi anak usia sekolah.

“Saya mencoba mengajarkan mereka seni, memberikan motivasi agar mereka bersemangat, dan memiliki raya kepercayaan diri bahwa mereka juga bisa seperti anak yang lainnya kendati tinggal di daerah pedalaman,” ucapnya.

Risma menjangkau daerah ini setiap hari dengan sepeda motornya. Jaraknya lumaya jauh, sekira 20 kilometer dengan jarak tempuh 1 jam dari daerahnya. Bahkan pernah satu waktu hampir dijambret karena pulang malam, Namun karena semangat untuk membantu sesama hal itu bukanlah menjadi suatu tantangan berarti bagi Risma.

Katanya yang menjadi tantangannya saat melakukan aksi sosialnya ini adalah ketika sempat mendapat keluhan dari keluarga.

“Kalau tantangan sebenarnya banyak, khususnya dari anak yang protes karena saya selalu telat pulang, ini persoalan karena waktu saya buat mereka kurang, tapi lambat laun akhirnya mereka mengerti,” pungkas Risma.

(Zulkifli)

Bagikan
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Risma Tetap Produktif Ditengah Pandemi"