banner 728x90

Posko Buatan BPBD Matra Tak Layak Bagi Korban Banjir Luapan Sungai Lariang

banner 728x90
Tenda Pengungsian BPBD Matra

Tenda Pengungsian BPBD Matra

Katinting.com, Matra – Banjir masih merendam ratusan rumah warga di Desa Lariang Kecamatan Tikke Raya Kabupaten Mamuju Utara (Matra) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Minggu malam (24/04), namun warga korban banjir memilih bertahan di rumah kerabatnya karena menilai posko pengungsian tidak layak, posko pengungsian yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mamuju Utara (Matra) dinilai tidak layak karena tidak mempunyai lampu penerangan dan tikar sebagai alat tidur.

Hingga hari kesembilan Desa Lariang masih tetap terendam banjir, terlihat luapan air masih menutupi bahu jalanĀ  trans sulawesi, akibatnya antrian panjang kendaraan pada minggu malam masih terlihat di lokasi banjir.

Sementara dua belas orang warga dusun marisa yang rumahnya terendam banjir menolak bermalam di posko pengungsian, minimnya penerangan dan tikar sebagai alas tidur salah satu penyebab warga menolak untuk tidur di tenda pengungsian. Warga menilai posko yang didirikan BPBD tidak layak.

Selain mengeluhkan posko yang tidak layak, warga juga mengeluh dengan tidak adanya selimut yang dibagikan kepada pengungsi, padahal lokasi pengungsian tersebut berada tidak jauh dari lokasi banjir sehingga mereka sangat membutuhkan selimut. Selain keluhan dingin banyaknya nyamuk juga menjadi salah satu faktor warga menolak tidur di tenda pengungsian, walau terlihat berdesak desakan dan tidur menggunakan alat seadanya warga memilih bermalam di rumah salah satu warga yang tidak terendam banjir.

Agustina, warga Dusun Marisa yang di konfirmasi mengatakan, tenda pengungsian tidak layak untuk ditempati tidur karena selain gelap karena minim penerangan juga tidak ada tikar sebagai alas untuk tidur, sementara posko juga tidak mempunyai dinding namun selimut untuk digunakan tidur juga tidak ada, tuturnya. (Joni)

 

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.