banner 728x90

Polisi Diminta Tindak Pengguna Lampu Strobo dan Mobil ODOL

banner 728x90

Salah satu kendaraan pengangkut Tandan Buaj Segar (TBS) di Mamuju Tengah tipe Over Dimension Over Load (ODOL). (Mahfudz)

Mateng, Katinting.com – Warga Mamuju Tengah, meminta aparat kepolisian dari satuan lalu lintas Polres Mamuju Tengah, untuk menindak tegas pengguna lampu strobo dan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) yang beroperasi di Mamuju Tengah.

Bagi warga, penggunaan lampu strobo dan kendaraan Odol, sangat mengganggu pengguna jalan lain, saat bertemu kendaraan yang menggunakan lampu strobo dan kendaraan tipe Odol, terlebih pada malam hari.

Kepada Katinting.com, warga Topoyo, Mursalim, mengungkapkan bahwa maraknya penggunaan lampu strobo dan keberadaan tipe Odol, sangat mengganggu mereka saat bertemu kendaraan yang menggunakan lampu strobo dan kendaraan tipe Odol, karena pancaran bias cahaya memantul menghalau jarak pandang.

“Jadi kalau kita ketemu kendaraan pengguna lampu strobo dan kendaraan tipe Odol pada malam hari, bias cahaya dari lampu tipe Odol dan lampu strobo, sangat mengganggu jarak pandang, dan tentu bagi kami, itu sangat membahayakan,” ungkap Mursalim. Rabu (17/06).

Ia menuturkan bahkan untuk kendaraan tipe Odol, resikonya selain lampunya mengganggu pada malam hari, karena bias cahayanya lansung ke mata, kendaraan tipe Odol juga kalau kita bertemu atau berpapasang sangat membuat ngeri, sebab muatannya melampaui dinding dari bak angkutnya.

“Bahkan kami sering mendapati dibeberapa titik ruas jalan, tandan buah sawit yang mereka angkut, karena over muatan, malah jatuh dibeberapa titik, nah kalau ini saat jatuh menimpa orang yang berpapasang, kan resikonya juga cukup besar,” tutur Mursalim.

Warga lainnya, di Pangale, Nursiah, menyampaikan mestinya memang aparat lalulintas Polres Mamuju Tengah, tegas melakukan penindakan pada kendaraan pengguna lampu strobo dan kendaraan tipe Odol, sebab ini menyangkut keselamatan pengguna jalan lain.

“Kami pernah pulang dari Polohu malam, tepat didaerah Salugatta, kami bertemu kendaraan tipe Odol, beruntung kami belum tepat disampingnya, baru muatan buah tandan sawit yang diangkutnya jatuh, seandainya kami sudah tepat disampingnya baru jatuh, mungkin kami kecelakaan pada saat itu, kami memilih menepi malam itu, karena kami silau dengan cahaya lampu dari kendaraan ini,” ujar Nursia.

Karenanya, tak ada alasan bagi pihak kepolisian khususnya Satuan Lalulintas Mamuju Tengah, tidak menindak tegas pengguna kendaraan tipe Odol dan pengguna lampu Strobo. Sebab dalam Undang undang No.22 Tahun 2009, termuat larangan penggunaan lampu strobo dan pemanfaatan kendaraan tipe Odol.

“Jelas sanksi bagi kendaraan tipe Odol pada Pasal 277 UU No.22/2009, sementara pengguna lampu strobo juga jelas sanksinya mulai pada pasal 59, pasal 106, pasal 134 dan pasal 287 UU No.22/2009, sehingga tak ada alasan bagi polisi untuk tidak melakukan tindakan tegas, demi keselamatan pengguna jalan yang lain,” pungkas Nursiah.

(Mahfudz)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Polisi Diminta Tindak Pengguna Lampu Strobo dan Mobil ODOL"