banner 900x90

Polda Proses Berita Dugaan Mafia Proyek di Pemprov Sulbar

887 views
banner 900x90

Foto, Maenunis Amin (kiri) saat melakukan konsultasi yang diterima langsung Waka Polda Sulbar, Endi Sutendi (kanan). (Foto Ist)

Mamuju, Katinting.com – Berita dugaan adanya mafia proyek di pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat yang melibatkan orang dekat Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dianggap meresehkan, sehingga Tenaga Ahli Gubernur Sulbar, Maenunis Amin melakukan konsultasi ke Polda Sulbar yang diterima langsung oleh Waka Polda Sulbar, Kombes Pol Endi Sutendi, Kamis (30/8).

Kepada katinting.com (Jumat, 31/8), ┬áMaenunis Amin menyampaikan, “Dugaan mafia proyek sudah meresahkan yang harus segera di investigasi oleh kepolisian,” pungkasnya.

Ia berharap Polda Sulbar secara profesional dapat segera memberikan hasil analisisnya atas apa yang diberitakan media selama ini. “Kita minta Polda mengalisisi berita dan pemberitaan terkait dugaan mafia proyek. Hasil dari analisis Polda nantinya akan kita jadikan acuan langkah untuk ambil tindakan selanjutnya. Kalau ada indikasi hukum, kita dorong untuk ditindak lanjuti,” terang Maenunis.

Ia menekankan bahwa, terkait konten pemberitaan dugaan adanya mafia proyek. Belum berupa laporan, tapi permohonan analisis berita dan pemberitaan. Sambung ia menekankan, dalam konteks dugaan adanya mafia proyek sumbernya apa yang disebutkan dimedia. Tapi dalam konten medianya apakah bisa atau tidak dipertanggung jawabkan sehingga ia mengambil langkah untuk ke Polda Sulbar.

Menurut Maenunis, sejumlah hal ia konsultasikan di Polda Sulbar yakni, dimana dari sumber sejumlah media memberitakan indikasi potensi adanya gagal tender di sejumlah proyek pemerintah Provinsi Sulawesi Barat sebagaimana yang disampaikan sendiri oleh Kadis PU Provinsi Sulbar dalam berita yang beredar, dan itu telah ia lampirkan dalam konsultasinya ke Polda Sulbar.

Kemudian, dugaan adanya mafia proyek yang menjadi salah satu penyebab indikasi gagal tender pada proyek Pemprov Sulbar (dalam berita), menjelaskan dengan jelas dan tersusun, dugaan adanya mafia proyek, jumlah oknum, jumlah proyek pekerjaan bahkan, jumlah DP 5% dibayarkan sebelum tender, jumlah nominal keuntungan yang telah diambil oleh pelaku mafia proyek dari para korbannya.

Namun ia menyangkan berita menggunakan narasumber yang tidak mau disebutkan namanya, akan tetapi pada komentarnya diberita yang sama menyebut bahwa mafia proyek tersebut adalah orang dekat Gubernur Sulbar.

Sehingga ia meminta kepada Polda Sulbar untuk dilakukan analisis untuk diambil tindakan selanjutnya, baik kami ataupun polda, pintanya.

Sementara itu, saat Katinting.com mengkonfirmasi langsung kepada Waka Polda Sulbar, Endi Sutendi dalam sesi konferensi pers, Jumat (31/8), mengatakan, kemarin saya sendiri menerima laporan tersebut dan tentunya untuk laporan tersebut tadi pagi sudah dibahas. Dan kami sudah sampaikan kebapak Kapolda, surat tersebut sudah berjalan sesuai prosedur dan kami sudah panggil Dir Krimsus, bapak Kapolda juga akan mendisposisi ke Dir Krimsus untuk dianalisa, apakah pemberitaan-pemberitaan tersebut memang sesuai fakta apa adanya? Apakah pemberitaan-pemberitaan tersebut dari analisa yuridis? Ini mengandung unsur, mungkin ujaran kebencian atau mungkin hoaks atau lain sebagainya.

“Tentunya kita berpedoman pada ketentuan hukum yang berlaku, kita ketahui bersama bahwa undang-undang pers tetap kita pedomani, dan undang-undang yang lain juga kita pedomani supaya tidak ada persepsi yang salah. Dan ini akan dianalisa tim kami dari Dir Krimsus, mudah-mudah secapatnya ini akan bisa dianalisa untuk bisa diberi jawabannya kepada pelapor,” kata Endi Sutendi.

Lebih lanjut Wakapolda Sulbar, Endi Sutendi menegaskan akan memproses secapatnya dan memberikan jawaban secara resmi kepada pelapor.

Konferensi pers yang dipimpin langsung Waka Polda Sulbar, Endi Sutendi (tengah). (Foto Anhar)

(Anhar)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.