dprd sulawesi barat

Pilkada Mamasa Setuju atau Tidak Setuju

363 views
banner 468x60

Ketua KPU Sulbar, Usman Suhuriah saat wawancara dengan jurnalis, di Majene. (Anhar)

Majene, Katinting.com – Dua Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat akan melaksanakan Pilkada langsung serentak, tanggal 27 Juni 2018 mendatang, yaitu Kabupaten Polewali Mandar dan Kabupaten Mamasa.

Di Kabupaten Mamasa, ada dua pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang mendaftarkan diri ke KPU Mamasa yaitu Ramlan Badawi dan Martinus Tiranda (RB-MT) serta Obed Nego Depparinding dan Benyamin YD (OND-BYD).

Setelah melalui tahapan verifikasi berkas, tanggal 10 Januari 2018, akhirnya KPU Mamasa menetapkan hanya satu pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati yang Memenuhi Syarat (MS) untuk ditetapkan menjadi Calon Bupati dan Wakil Bupati Mamasa periode 2018 – 2023, yaitu Ramlan Badawi dan Martinus Tiranda dengan dukungan 10 partai politik. Sedangkan bakal calon pasangan Bupati dan Wakil Bupati Mamasa Obed Nego Depparinding-Benyamin YD dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS).

Calon tunggal di Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat menjadi fenomena baru di masyarakat. Sehingga menurut ketua KPU Provinsi Sulawesi Barat, Usman Suhuriah dalam wawancara khusus di Majene, Jumat 2 Februari 2018, dengan Katinting.com mengatakan, itu bukan lah akhir dari proses Pilkada.

Menurut, Usman Suhuriah, melihat kondisi seperti itu, maka KPU juga harus kerja keras untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Tentang, bahwa Pilkada dengan calon tunggal itu bukanlah akhir dari pengawalan Pilkada. Mengapa bukan akhir karena masih diberikan fasilitas, ruang, wadah bagi pemilih untuk menggunakan dua pilihan, yaitu pilihan setuju dan tidak setuju terhadap calon tunggal yang ada, itu yang pertama.

Sambung Usman, dan yang kedua, tantangan terhadap fenomena baru ini bisa jadi tingkat partisipasi itu semakin rendah. Kita tidak pernah mengharapkan seperti itu. Karena dasar dari demokrasi berkualitas adalah diukur dari semakin banyaknya partisipasi yang hadir ke TPS dan memberikan sumbangsinya. Dalam proses Pilkada itu, banyaknya partisipasi maka semakin demokratis.

Soal calon tunggal menimbulkan perspektif, melawan ‘kotak kosong’. Menanggapi hal itu Usman Suhuria menjelaskan, KPU tidak pernah mempopulerkan istilah kotak kosong, yang adalah calon tunggal tetapi calon tunggal itu tetap akan diberikan alternatif dua pilihan, pilihan setuju dan tidak setuju.

“Jumlah persentase yang lebih tinggi antara setuju dan tidak setuju, maka arah itulah yang akan ditentukan KPU. Bahwa yang setuju itu maka akan ditetapkan sebagai pasangan calon tersebut sebagai peraih suara terbanyak. Sebaliknya kalau yang tidak setuju itu lebih besar, maka terhadap pasangan calon ini tidak akan ditetapkan sebagai calon terpilih”.

Secara teknis Usman juga menjelaskan anggapan ‘melawan kotak kosong’, jangan dianggap akan ada dua kotak kemudian satu nantinya kosong dan satu tidak kosong, tetap akan ada satu kotak suara. Dan pada lambar kertas suara itu normal, tetapi gambar pasangan calon hanya ada satu. Didalam gambar pasangan calon yang ditetapkan KPU, nanti dalam gambar surat suara itu dibawahnya terdapat bidang yang judul masing-masing bidang itu adalah setuju dan tidak setuju.

“Jadi contrengan atau coblosan itu akan kemana? Apakah setuju yang diatas (calon bupati dan wakil bupati) atau tidak setuju”.

Ia menjelaskan pemilihan pada calon tunggal, sama dengan pemilihan pada umumnya. Oleh pengguna hak pilih itulah yang akan dihitung suaranya.

Menjawab jumlah daftar pemilih tetap (DPT), Usman mengatakan, sekarang ini masih di lakukan Coklik (Pencocolan dan Penelitian) sehingga belum kita diketahui pasti jumlah pemilih tetap dan pada saatnya nanti akan ditetapkan daftar pemilih tetap.

Adanya kemungkinan sejumlah pemilih malas hadir karena calon tunggal. Usman menjelaskan bahwa KPU Mamasa telah gencar melakukan sosialisasi. “KPU Mamasa sudah sangat gencar melakukan itu. Mengapa karena kita tidak ingin masyarakat menjadi utopis, masa bodoh hanya karena calon tunggal”.

Menjawab, adanya sejumlah pihak yang akan mengkampanyekan kotak kosong, Usman mengatakan telah menjadi tugas KPU untuk melakukan sosialisasi. Tugas KPU itu sudah jelas dalam aturan. Harus melakukan tugas-tugas sosialisasi mengenai adanya calon-calon tunggal, kemudian mengenai tata cara memilih, kemudian mensosialisasikan bahwa kapan akan diselenggarakan penyelenggaraan Pilkada di Mamasa.

Terkait sejumlah tahapan dan proses, Usman Suhuriah menegaskan KPU secara total telah siap. Serta menghadapi kemungkinan terburuk sekalipun, jika terjadi keributan.

(Anhar)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar