banner 728x90

Peremajaan Sawit Rakyat Sulbar Ditarget Terealisasi 6.429 Ha

Enny Anggraeni saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi. (Ist.)

Mamuju, Katinting.com – Tahun tanam kelapa sawit yag ada di Sulawesi Barat pada tahun 1988-1989 atau sudah lebih 30 tahun, yang tingginya mencapai 30 meter, sehingga membutuhkan peremajaan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kabid Perkebunan Abd. Waris Bestari pada acara sosialisasi peremajaan perkebunan kelapa sawit tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang bekerjasama dengan badan pengelolaan dana perkebunan kelapa sawit (BPDPKS).

Namun itu, menurut Kabid Perkebunan Abd. Waris Bestari, secara tekhnis kita masih bisa berevolusi dengan baik, tapi untuk memanen yang tingginya kurang lebih 20 meter sangat membutuhkan pekerjaan yang profesional, makanya pusat menganggarkan dana untuk peremajaan sawit diseluruh Indonesia termasuk di Sulawesi Barat.

“Kami sangat harapkan kepada perwakilan pusat dapat menjelaskan kepada kita semua agar peremajaan kelapa sawit 2019 ini dapat kita sukseskan, mudah-mudahan Sulbar merupakan provinsi yang pertama melakukan realisasi peremajaan sawit sepanjang tidak menyalahi aturan,” kata Abd. Waris Bestari. Selasa (22/4).

Hadir pada sosialisasi tersebut Wakil Gubernur Sulbar, Enny Anggraeni yang sangat mengapresiasi atas respon baiknya semua kabupaten dalam program peremajaan sawit rakyat yang dilakukan pemerintah.

“Tahun 2018 lalu kita telah realisasikan peremajaan sawit rakyat sebanya 5.000 hektare, dimana 2.500 untuk Pasangkayu dan 2.500 untuk Mamuju Tengah,” kata Enny Anggraeni.

Masih kata Enny Anggraeni, tahun ini kita targetnya realisasi 6.429 hektare, meskipun tahun lalu adanya keterlambatan laporan dari masing-masing kabupaten. “Diharapkan tahun ini bisa dipercepat laporannya, karena ini kesempatan kita untuk menerima Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Terutama mempercepat pendataan petaninya, apalagi potensi PSR kita di Sulbar sekitar 15.000 hektare lebih. Dimana tahun lalu hanya mampu 30 persen tercapai, semoga tahun ini bisa mencapai target kita.” Sebutnya.

Upaya ini merupakan pembangunan berkelanjutan untuk Sulbar kedepan, terutama peningkatan perekonomian dan kesejahteraan petani. Sambung Enny Anggraeni mengatakan, ini juga sekaligus berkelanjutan sektor pertanian yang merupakan komoditi unggulan Sulbar, sehingga meningkatnya ekspor sawit, imbuhnya.

Abd. Waris Bestari saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi. (Ist.)

 

(Adv. Kominfo Sulbar)

Bagikan
banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Peremajaan Sawit Rakyat Sulbar Ditarget Terealisasi 6.429 Ha"