dprd sulawesi barat

Peran Kepala Desa dan Penguatan Organisasi Rakyat

170 views
banner 468x60

Muhammad Suyuti saat melakukan penguatan organisasi rakyat di Desa.

*Oleh : Muhammad Suyuti

Kabupaten Mamuju yang merupakan ibu kota dari Provinsi Sulawesi Barat yang mempunyai 88 Desa. Berdasarkan UU No 6 Tahun 2014 Pasal 31 Ayat 1 dan 2 Mengnenai Pengaturan Pemilihan Kepala Desa Serentak terdapat 41 Desa yang akan melakukan Pilkades Serentak pada tanggal 18 Desember 2017 di Kabupaten Mamuju. Yang perlu kita apresiasi terhadap negara dalam proses perjalanan demokrasi di desa semakin berjalan dengan baik sesuai dengan amanah undang-undang desa. Yakni Kepala Desa dipilih langsung oleh penduduk desa dari calon yang memenuhi syarat, pemilihan Kepala Desa bersifat langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Pemilihan Kepala Desa dilaksanakan melalui tahap pencalonan dan tahap pemilihan.

Substansi dari kepemimpinan di desa adalah tidak lain dan tak bukan untuk memandirikan dan memajukan desa baik dari segi ekonomi, politik dan budaya agar menjadi sebuah desa yang kuat.

Desa merupakan satu kesatuan hukum di mana bertempat tinggal suatu masyarakat yang berkuasa mengadakan pemerintahan sendiri, dimana desa ini memiliki unsur-unsur desa diantaranya daerah, penduduk, tata kehidupan. Dari ketiga unsur ini tidak lepas satu sama lain, artinya tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan satu kesatuan.

Selain itu, desa juga dapat memberikan pemahaman tentang moral-moral yang ada di masyarakat. Di mana menjunjung tinggi rasa kekeluargaan, bukan hanya di dasarkan kepentingan materiil semata. Agar nantinya dari pelayanan pemerintahan desa menyebabkan kenyamanan dalam beragam bentuk fasilitas yang ada dari desa maupun dari negara.

Akan tetapi demokrasi di desa yang ditandai dengan pemilihan kepala desa serentak yang diselenggarakan pada tanggal 18 Desember 2017 perlu kita catat bahwa substansi dari kepemimpinan di desa adalah tidak lain dan tak bukan untuk memandirikan dan memajukan desa baik dari segi ekonomi, politik dan budaya agar menjadi sebuah desa yang kuat.

Dengan adanya anggaran dana desa yang telah dikucurkan Negara terhadap warga desa menjadi sebuah kesempatan besar untuk menjadikan desa sebagai desa yang kuat secara ekonomi sehingga dapat menopang pertumbuhan ekonomi Nasional. Namun anggaran dana desa ini menjadi sebuah tantangan untuk pemerintah desa dalam pengelolaannya. Olehnya itu bagi para calon kepala desa yang nantinya akan menjadi pemimpin di desa mampu menganalisis situasi dan kondisi sosiologis desa agar pemanfaatan dan penggunaan anggaran dana desa mampu menjawab problem sosial utamanya perekonomi di desa dengan cara memanfaatkan potensi Sumber Daya Alamnya. Pemanfaatan SDA tentunya harus didukung oleh Sumber Daya Manusia di Desa olehnya itu harus menyadari bahwa pengelolaan dana desa itu juga perlu diperhatikan pada proses pemberdayaan masyarakat di desa terhadap warga desa agar cita-cita kemandirian ekonomi di desa dapat terwujud.

Terlepas dari penyelenggara pemerintahan sebagai peran dan fungsinya. Kepala desa harus mampu menjadi mediator, Inisiator, Dinamisator terhadap masyarakat desa sehingga mampu memberikan solusi terhadap problem sosial di desa. Salah satu problem sosial di desa sampai saat ini adalah dengan banyaknya warga desa yang melakukan perantauan ke kota bahkan ke daerah lain untuk memenuhi kebutuhan ekonominya yang hanya menjadi buruh utamanya usia-usia produktif. Padahal sesungguhnya di desa adalah sumber kekuatan ekonomi jika itu terkelola dengan baik salah satunya adalah dengan pemanfaatan Tanah sebagai modal utama warga desa. Hal demikian dapat terwujud apabila di topang oleh Organisasi Rakyat di desa ( OR ) yang kuat. (*)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar