banner 728x90

‘Perahu Cinta’, Primadona Baru Wisata Mamasa

Tidak ada komentar 554 views

Beberapa pengujung terlihat mengabadikan moment diatas ‘perahu cinta’. (Foto Zulkifli)

Mamasa, Katinting.com – Sebagai daerah tujuan wisata di Sulawesi Barat (Sulbar), Kabupaten Mamasa selain kaya dengan beragam budaya dan adat istiadatnya yang unik, juga menyimpan sejuta keindahan panorama alam cantik.

Salah satunya, Villa Edelweiss yang  berada di Dusun Lenong, Desa Tondok Bakaru, Kecamatan Mamasa, yang kini menjadi objek wisata primadona baru di Mamasa.

Objek wisata baru yang berada di salah satu buki Desa Tondok Bakaru ini dibangun Petrus Ari secara swadaya sejak November 2018 lalu.

“Tidak ada bantuan dari pemerintah. Karena ide awalnya ini saya buat untuk pondok kebun dan sawah. Tapi tidak disengaja juga banyak orang datang kesini karena memang spot nya mengundang perhatian,” kata Petrus Ari saat diwawancarai, Minggu (16/6).

Selain memiliki panorama alam yang indah seperti hemparan yang sawah luas dan dikelilingi bukit, Petrus Ari juga membangun Perahu yang terbuat dari puluhan batang bambu yang menghadap ke area persawahan. Perahu tersebut di juluki ‘perahu cinta’ oleh para pemuda di Mamasa.

“Kalau untuk perahu ini icon tempat saya disini, inspirasinya dari anak lelaki saya satu-satunya yang sekarang ada di Amerika yang bekerja di kapal pesiar. itu sebagai rasa rindu saya kepada anak saya jadi saya buat seperti ini,” ungkapnya.

Pemilik Villa Edelweiss, Petrus Ari saat diwawancarai. (Foto Zulkifli)

Melihat banyaknya pengunjung yang datang, Petrus Ari berencana akan kembali membangun beberepa villa diarea tersebut. Hal itu dikarenakan banyaknya pengunjung yang ingin menginap tapi terkendala oleh fasilitas yang belum memadai.

“Karena banyak yang mau nginap disini, ada dari Jakarta, Mamuju, Makassar dan daerah lainnya tapi fasilitas yang ada disini  belum memadai. Saya akan berusaha semaksimal mungkin meski secara swadaya,” ujarnya.

Meski menjadi primadona baru di Mamasa, namun akses jalan menuju villa Edelweis masih sangat memprihatinkan. Sebab jika musim hujan, jalan menuju villa tersebut sangat licin karena belum di aspal. sehingga dapat menjadi mencelekakan pengunjung.

Melihat kondisi jalan yang memprihatinkan serta hanya dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua, Pertus Ari mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah Kabupaten Mamasa agar akses jalan tersebut dapat ditingkatkan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah dan dijanjikan akan ditingkatkan. Karena kebetulan jalan ini dibangun khusus untuk wisata air terjun 7 tingkat di (Desa) Sarambu Tetean. Dan juga menjadi salah satu akses untuk menuju Gunung Gandang Dewata,” aku Petrus Ari.

Salah satu pengunjung dari Mamuju, Heriansyah mengaku sangat terpukau dengan objek wisata yang baru di Mamasa ini. Namun ia mengaku prihatin dengan kondisi jalan menuju villa tersebut.

“Seharusnya Pemerintah Kabupaten Mamasa melalui Dinas Parawisata jemput bola dengan potensi wisata yang ada di Mamasa. Pemerintah harus mengerjakan infrastruktur jalan menuju ketempat wisata dan Dinas Parawista harus mensupport setiap komunitas-komunitas pemuda yang bergelut dalam dunia pengembangan wisata yang ada di Mamasa,” tutup Heriansyah.

(Zulkifli)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "‘Perahu Cinta’, Primadona Baru Wisata Mamasa"