banner 728x90

Pengurus Pusat IGI Dorong Proses Hukum Penganiayaan Guru di Kalukku Dituntaskan

banner 728x90

Foto Pengurus IGI dengan Bupati Mamuju. (ist.)

Mamuju, Katinting.com – Pengurus Pusat Ikatan Guru Indonesia (IGI) bersama IGI Wilayah Sulawesi Barat dan IGI Mamuju akan terus melakukan pendampingan dan mengawal proses hukum yang melibatkan salah seorang guru SMKN 6 Kalukku, Harlawan.

Hal ini ditegaskan oleh Mira Pasolong, Wakil Ketua Umum PP IGI, yang dua hari ini berkoordinasi dengan keluarga korban bersama pengurus IGI lainnya.

Kasus yang mulai bergulir sejak Selasa lalu ini dinilai akan menjadi preseden buruk bagi guru-guru apabila  tidak ditangani dengan serius.

“Guru adalah profesi. Jika ada seorang guru yang dianiaya saat sedang melaksanakan tugas, terlebih di lingkungan sekolah, maka yang sakit bukan hanya guru yang bersangkutan, tetapi semua yang berprofesi sebagai guru. Maka sudah menjadi kewajiban organisasi guru untuk mendampingi guru korban,” tandasnya.

Sebagai langkah awal pendampingan, Kamis sore kemarin, jajaran pengurus IGI menyambangi kediaman Harlawan. Dalam pertemuan tersebut, dipastikan bahwa pukulan di bahu siswa sama sekali tidak menyebabkan cedera. Terbukti siswa tersebut tetap beraktivitas di sekolah seperti biasa, setelah meminta maaf dan berdamai dengan Harlawan. Maka pemukulan yang dilakukan oleh orang tua siswa keesokan harinya, Selasa, 12 Maret 2019, di luar perkiraan korban dan pihak sekolah.

Selanjutnya, hari ini beberapa pengurus IGI berkoordinasi dengan bupati Mamuju dan juga ke Polres Mamuju untuk memastikan kasus ini masih tetap berlanjut.

Senada dengan Mira, Ketua Umum PP IGI, Muhammad Ramli Rahim, berharap agar kasus ini tetap dilanjutkan.

“Ini preseden buruk buat perlindungan guru, kalau sampai berakhir damai. Selama benar, maka lanjutkan,” imbuh pria kelahiran Maros ini memberi dukungan terhadap pengurus IGI Sulawesi Barat. (Rls)

(ADV. Dinas Kominfo dan Persandian Kabupaten Mamuju)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan