banner 728x90

Pengguna Knalpot Racing Akan Ditilang

Tidak ada komentar 305 views
banner 728x90

Kapolres Mamuju, AKBP Muhammad Rivai Arvan. (Foto Anhar)

Mamuju, Katinting.com – Banyak kendaraan bermotor mengganti knalpot standar dengan model racing. Hal tersebut pun dinilai banyak pihak menggaggu karena suaranya yang bising.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Mamuju AKBP Muhammad Rivai Arvan mengatakan akan menilang pengendara jika menggunakan knalpot yang tidak standar.

“Itu diukur dari desibel. Kita ini selalu memberikan tindakan seperti itu berdasarkan dari pada knalpot yang tidak standar,” kata AKBP Muhammad Rivai Arvan saat diwawancarai Katinting.com disela puncak acara Millenial Road Safety Festival (MRSF) 2019 di anjungan pantai Manakarra Mamuju. Minggu (24/2).

Terkait tindakan jajaran Polres Mamuju terhadap pemilik knalpot yang tidak standar ia mengaku telah hampir 200 kendaraan disita. “Setiap sore kita selalu rasia. Di Polres hampir 200 kendaraan yang disita,” akunya.

Rahmat, warga masyarakat Mamuju berharap tindakan tegas aparat kepolisian terhadap pemilik kendaraan bermotor yang suara knalpotnya bising dan tidak standar.

“Dulu sebelum Kapolres sekarang itu sering ada razia sama kendaraan yang knalpotnya tidak standar. Saya berharap itu kembali ditegakkan dan tidak setengah hati. Karena, selain sangat menggagu, juga membahayakan jika dijalanan berpapasan kita tidak dengar ada klakson motor lainnya, berpotensi mengakibatkan kecelakaan,” tuturnya.

Sementara itu dikutip dari idntimes.com, polisi berhak menilang pengendara motor dengan knalpot racing karena ada undang-undang yang mengatur terkait hal tersebut.

Setiap kendaraan bermotor yang digunakan di jalan diatur dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Termasuk dalam hal kebisingan suara yang termaktub dalam pasal 48 ayat 3b.

Untuk tingkat kebisingan kendaraan bermotor sendiri diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup No. 7 tahun 2009. Dalam peraturan tersebut, untuk kendaraan sepeda motor dengan kapasitas mesin hingga 80 cc memiliki batas kebisingan 77 desibel, kapasitas mesin 80 – 175 cc batas kebisingannya 80 desibel dan kapasitas mesin di atas 175 cc batas kebisingannya 83 desibel.

Sedangkan berpedoman pada UU 22 tahun 2009 pasal 285 yang menyebutkan bahwa:

Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp250 juta.

(Anhar)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan