banner 900x90

Penangkapan Kades Doda, Tim Kabupaten Diminta Ikut Bertanggung Jawab

1505 views
banner 900x90

Foto Pribadi Nasrun SH saat wawancara dengan awak media. (Ist)

Mamuju, Katinting.com – Tersangka dugaan ijazah palsu yang membelit Resmi Naso yang juga menjabat sebagai Kepala Desa akhirnya ditangkap pihak kepolisan daerah Provinsi Sulawesi Barat, Senin (14/5).

BACA JUGA : Kasus Ijazah Kades Doda Kemungkinan Ada Tersangka Baru

Saat temui Katinting.com, Nasrun, SH., Kuasa hukum tersangka Resmi Naso mengatakan, menghargai proses hukum yang dilakukan Polda Sulbar. “Kami menghargai proses penyidikan yang dilakukan oleh kepolisian, dimana klien kami ditersangkakan menggunakan ijazah palsu. Sebagai kuasa hukum, saya berharap pihak kepolisian bukan hanya mentersangkakan klien saya, karena ijazah yang diduga palsu pihak sekolah (MA Alkhairaat Baras) yang mengetahui keberadaan ijazah ini. Otomatis harus ada pihak lain, jadi tidak tunggal,” terangnya.

Karena yang diduga klien saya hanya menggunakan ijazah palsu. Sambung Nasrun, nah pertanyaan sekarang yang membuat siapa? inikan dari pihak sekolah. Ucapnya.

“Disini jugakan klien kami sudah dua kali mengikuti seleksi pemilihan kepala desa, yaitu tahun 2010 dan 2017. Ada namanya tim kabupaten, tim ini yang memverifikasi, kenapa klien kami dikatakan lolos admnistrasi? Kalau klien kami dikatakan ijazah palsu kenapa tidak digugurkan sejak dari awal,” tanya Nasrun.

Sambung pengacara muda kelahiran Baras Kabupaten Pasangkayu ini, bahwa kliennya sudah dua kali mengikuti pencalonan berkas dan semuanya lolos administrasi sehingga tim kabupaten harus ikut bertanggungjawab.

Dalam proses pencalonan kepala desa ada dua tim yang dibentuk, yakni tim lima ditingkat desa yang hanya menerima berkas para calon kepala desa, kemudian tim kabupaten untuk memverifikasi berkas yang  diketuai oleh kepala DPMD (Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa).

“Harusnya tim kabupaten profesional melakukan seleksi berkas, yang jelasnya tim kabupaten itu orang yang luar biasalah, tim kabupaten harus bertanggung jawab juga, karena dia melakukan seleksi berkas dan klien kami sudah dua kali melakukan seleksi, dan tahun 2010 alhamdulih menang  sebagai kepala desa dan tahun 2017 juga mengikuti seleksi sebagai mana yang dipersyaratkan,” tegas Nasrun.

(Anhar)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.