banner 728x90

Pemuda Balanipa dan Stakeholder Bahas Pencegahan Covid-19

banner 728x90

Pemuda di Balanipa, Polman gelar bincang malam bersama stakeholder. (Dok. Ist)

Polman, Katinting.com Beberapa Pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Balanipa menggelar bincang malam bersama stakeholder soal pencegahan penyebaran Covid-19.

Bincang malam tersebut dihadiri Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Polman, Kadis Sosial Polman, Kepala Satpol PP, Kanit Intel, Camat Balanipa, Kepala Desa, Tokoh masyarakat serta tokoh pemuda.

Mereka berbincang soal pencegahan penyebaran Covid-19 terkait tata kelola ulang Pasar serta titik lokasi karantina/isolasi di Kecamatan Balanipa.

Pada kesempatan itu, Sekda Polman, Ir. Bebas Manggazali mengatakan bahwa masyarakat yang tidak ber-KTP Polman maka siap-siap akan di minta untuk putar balik.

“Sedang masyarakat yang berKTP Polman yang mudik maka akan diminta untuk dikarantina sementara di tempat yang sudah disepakati oleh pemerintah kecamatan dan pemerintah Kabupaten,” jelas Bebas Manggazali.

Selain itu, Bebas Manggazali menegaskan bahwa, syarat utama tempat karantina/isolasi adalah kamar mandi, air bersih, tempat tidur dan jauh dari pemukiman.

Lanjut tentang karantina/isolasi tingkat kecamatan, Kepala Desa Tammangalle, Husain  menyampaikan bahwa soal tempat karantina di tingkat kecamatan, pihaknya siap meninjau lokasi untuk tempat Isolasi mandiri untuk masyarakat kecamatan Balanipa yang mudik.

“Kalau ada tempat yang di temukan dan masyarakat mensupport dan mendukung maka lokasi itu akan di jadikan tempat karantina/isolasi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Sabang Subik, Haidir berharap ketertiban masyarakat untuk bersama-sama memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Sembari kita survey lapangan untuk menyiapkan beberapa tempat yang di sepakati bersama pemerintah Desa dengan masyarakat tentang tempat karantina/isolasi masyarakat yang mudik,” pungkasnya.

Sementera itu, salah satu pemuda yang tergabung dalam Forum Pemuda Balanipa, Asmadi mengungkapkan, Pemerintah harus tegas dan sigap dalam memutus peneyebaran Covid-19 di Polman, agar kemudian fokus menangani dampak sosial secara merata.

Hal itu mengingat Polman sudah termasuk zona merah dengan beberapa klaster di beberapa kecamatan. Untuk itu ia mengingatkan terkait pentingnya membangun sinergitas antara Pemerintah Daerah, kecamatan, Desa dengan lembaga vertikal serta tokoh pemuda.

“Lillahi taala kita tidak pernah berharap apalagi menginginkan Pandemi ini menjadi Boomerang untuk masyarakat terutama yang terdampak baik secara sosial, pendidikan, kesehatan serta Ekonomi. tapi inilah yang terjadi bahwa Covid-19 memberikan damoak yang serius sehingga kita berharap kepada semua pihak untuk terlibat secara serentak menjaga daerah kita agar terhindar dari zona merah Covid-19. sebab siapa lagi yang menjaga masyarakat dari penyebaran virus dan penyakit kalau bukan kita semua,” tegasnya.

“Kita harap di momentum pandemi, kita tidak Berkalahi (Berdebat kusir) tapi kita saling merangkul. yang terlanjur positif ayo kita dukung dan support agar cepat sembuh dan yang belum ayo kita jaga agar terhindar dari penyebaran Covid-19,” tambah Asmadi.

Adapun Camat Balanipa mengatakan, rencananya aktifitas Pasar Kecamatan Balanipa di Pambusuang akan di evaluasi agar tetap menjalankan Physical Distancing dan tetap memakai masker serta protokol kesehatan Covid-19 lainnya.

(Rls)

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pemuda Balanipa dan Stakeholder Bahas Pencegahan Covid-19"