banner 900x90

Pemuda adalah Tiangnya Negara

103 views
banner 900x90

Muh. Irfan

*Oleh : Muh. Irfan

Pada momentum hari Sumpah Pemuda tepatnya tanggal 28 Oktober perlu kita ketahui bersama bahwa sejarah pemuda adalah sejarah yang nyata dan sejarah pemuda adalah sejarah perlawanan.

Dalam ingatan sejarah, pada tahun 1926 terjadi kongres pertama pemuda di nusantara pada waktu itu, tetapi kemudian gagal membuat yang namanya sumpah pemuda karena pada saat itu pemuda masih memiliki sifat kedaerahan dalam hal ini belum memiliki jiwa nasionalisme secara total.

Setelah gagalnya kongres pertama pemuda pada waktu itu kemudian melakukan konsolidasi secara besar (menyeluruh). Karena beberapa pemuda pada waktu sadar bahwa konteks ketertindasan di zaman kolonialisme sangat-sangat menyengsarakan rakyat yang ada di nusantara pada waktu itu.

Setelah pemuda waktu itu berhasil melakukan konsolidasi secara menyeluruh di daerah yang ada di nusantara, kemudian pada tanggal 26-28 Oktober 1928  berkumpul lah seluruh pemuda seperti jong celebes, jong batak, jong java dan lain-lain. Pada waktu itu pula lahirlah yang namanya Sumpah Pemuda dan ditahun ini pula pertama kali dinyanyikan Indonesia Raya dan bendera Merah Putih di kibarkan.

Momentum Sumpah Pemuda setiap tahunnya dirayakan, salah satunya Pemuda karena sejarah pemuda memiliki sejarah yang panjang dan sejarah pemuda adalah sejarah perlawanan. Dalam pembacaan sejarah ini perlu kita ketahui bersama bahwa semangat pemuda pada waktu itu sangat besar untuk bagaimana kemudian mengeluarkan Rakyat Indonesia dari penjajahan kolonialisme.

Ditahun 2.000-an ini melihat kondisi pemuda saat ini masih sangat banyak yang apatis baik itu bicara soal kesadaran mahasiswa ataupun konteks pemuda itu sendiri. Apalagi hari ini kita melihat ketimpangan yang terjadi dikalangan masyarakat makin hari makin bobrok saja.

Bicara soal pendidikan hari ini, itu masih sangat jauh dari yang namanya sebuah pendidikan, karena hari ini pendidikan makin hari makin mahal, belum komersialisasi pendidikan makin menjadi-jadi saja, ini sama halnya orang miskin di larang sekolah.

Belum lagi bicara soal dikonteks pertanian hari ini, kita melihat di bidang pertanian masih juga belum memuaskan padahal kita tahu bahwa negara Indonesia adalah negara agraris.

Seharusnya dalam kondisi saat ini Negara hadir, membuat petani kita berdaya dan semua sektor usaha diberi dukungan untuk siap menghadapi situasi yang semakin sulit. Lihat saja petani kita semakin hari makin tidak berdaya, hasil dan harga produksi makin rendah, dikepung barang-barang dari luar negeri.

Kondisi petani sekarang masih sangat jauh dari namanya kesejahteraan. Padahal dalam Undang-undang Nomor 19 Tahun 2013 sudah jelas bahwa pemberdayaan dan perlindungan petani itu sudah ada, tapi kenyataannya petani kita hari ini masih sangat jauh dari kesejahteraan.

Momentum hari Sumpah Pemuda seharusnya menjadi semangat bagi Negara untuk hadir dalam hal ini untuk menanggulangi ketimpangan yang terjadi di masyarakat. Tidak  kalah penting adalah mempersiapkan Sumber Daya Manusia, pendidikan harus bisa diakses semua kalangan.

Dan harus diingat bahwa dalam Negara Pemuda adalah Tiangnya Negara, perlu kita ketahui sebagai pemuda kita wajib hukumnya untuk terus menjadi garda terdepan dan mengumandangkan isu-isu kerakyatan.

Karena Bung Karno pernah mengatakan berikan aku 10 orangtua maka akan kucabut gunung Semeru beserta akar-akarnya dan berikan aku 1 pemuda akan kuguncang dunia.

Kata dari bung Karno, presiden pertama republik Indonesia, mencermingkan bahwa Pemuda sangat kuat dan tidak akan terkalahkan ketika mereka bersatu. (*)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.