banner 900x90

Pembangunan Infrastruktur untuk Dukung Peningkatan Produktivitas

77 views
banner 900x90

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono pada FMB (Kantor Staf Presiden)

Jakarta, Katinting.com – Produktivitas menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang. Peningkatan produktivitas menunjukkan perbaikan efisiensi penggunaan sumber daya lebih optimal.

Peningkatan produktivitas ditentukan tiga faktor kunci yakni kualitas sumber daya manusia, modal, dan level teknologi. Ketiga faktor tersebut harus didukung dengan infrastruktur dan kebijakan yang tepat.

Produktivitas di level nasional sangat tergantung pada komponen-komponen di level mikro. Infrastruktur terus dipercepat pembangunannya, baik yang memberikan dampak jangka panjang maupun jangka pendek. “Manfaatnya pun sudah dirasakan terutama yang mendukung kelancaran mobilitas dan konektivitas,” kata Basuki Hadimuljono sebagai Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat pada acara Forum Merdeka Barat, Selasa (23/10) di Gedung Sekretariat Kabinet.

Pembangunan infrastruktur konektivitas untuk mempermudah mobilitas masyarakat dalam bekerja dan berusaha. Selain itu juga untuk pemerataan distribusi barang dan jasa, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional.

Berdasarkan data Kementerian PUPR dan Kementerian Perhubungan, hingga 2018 telah terbangun jalan sepanjang 3.432 km, jalan tol 947 km, jembatan 39,8 km dan jembatan gantung 134 unit.

Untuk jalur KA telah terbangun termasuk jalur ganda dan reaktiviasi 754,59 km’sp, peningkatan dan rehabilitasi jalur KA 413,6 km’sp, Light Rail Transit (LRT) Sumatera Selatan, Jakarta, Jabodebek (selesai tahun 2019) dan Mass Rapid Transit (MRT) selesai tahun 2019.

Selain itu juga telah terbangun 10 bandara baru dan 19 pelabuhan serta revitalisasi dan pengembangan 408 bandara di daerah rawan bencana, terisolasi dan wilayah perbatasan. Sementara 8 pelabuhan sedang dibangun dan akan selesai pada tahun 2019.

Infrastruktur konektivitas yang telah dibangun pemerintah kini mulai terlihat manfaatnya. Pertumbuhan angkutan barang dengan menggunakan pesawat rata-rata per tahun, 2014-2017 sebesar 2,7 persen, kapal (3 persen), kereta api (7,8  persen) dan bus (3 persen).

Sementara itu, peningkatan kualitas SDM dilakukan dengan memperbaiki pendidikan, terutama vokasi dan perbaikan iklim ketenagakerjaan. Secara fundamental, perbaikan SDM dilakukan sejak dini melalui penyadaran akan pentingnya gizi dan sanitasi.

Dari sisi teknologi, pengembangan riset ditingkatkan dengan mengakomodir revolusi industri 4.0 agar mampu bersaing di pasar internasional. Pemerintah terus membenahi, termasuk memperbaiki sumber daya dan tata kelola penyelenggaraan riset.

 

(Nawala KSP)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.