banner 728x90

Pelihara Kekayaan Budaya Melalui Festival Tenun Sulbar

Karya Ketua Srikandi tenun Sulbar, Sari Lasami ditampilkan dalam fashion festival tenun budaya daerah Provinsi Sulbar. (Foto Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Melalui Dinas Parwasita Sulawesi Barat (Sulbar), Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulbar menggelar fashion festival tenun budaya daerah Provinsi Sulbar di Auditorium lantai IV kantor Gubernur Sulbar, Senin (24/).

Dalam fashion festival tenun tersebut, Desainer yang juga Ketua Srikandi tenun Sulbar, Sari Lasami menampilan 3 Model cilik, 12 model Dewasa  dan Duta Budaya Sulbar, Rahmawati Sahar melakukan fashion show dengan memakai tenun Sekomandi dari Kalumpang, Mamuju, tenun Sutera Mandar dan tenun Sambu’ (sarung) Mamasa.

Sekretaris provinsi (Sekprov) Sulbar, Muhammad Idris yang membuak acar tersebut sekaligus menyaksikan langsung fashion show itu mengapresiasi ide Srikandi tenun Sulbar, Sari Lasami yang memelihara kekayaan budaya bangsa di Sulbar khususnya tenun daerah.

“Ini ide yang tidak mudah kita lahirkan. Apa yang dilakukan Sari ini adalah satu model untuk mempertahankan kebudayaan dan juga tradisi kita bagaiaman tenun daerah ini betul-betul menjadi salah satu komoditas masa depan yang bisa membesarkan daerah ini dan juga memjukan ekonomi negara kita,” katanya.

Ia berujar, tenun Sekomandi, Sutra Mandar, dan Sambu Mamasa tidak akan mungkin bisa bertahan lama tanpa ada usaha yang berungguh-sungguh dari pemerhati budaya di Sulbar.

“Dan juga orang-orang yang memang dalam hatinya sudah melekat bagaimana memelihara kebudayaan bangsa ini,” ujarnya

Sekprov menuturkan, dalam memelihara kebudayaan daerah harus ada langkah sistematik, dan juga pemangku kepentingan harus terlibat didalamnya.”Kita tidak cukup dengan orang perorang apalagi hanya pemerintah daerah. Tetapi semua stakeholder yang terkait bagaimana memajukan kebudayaan daerah ini, itu terlibat disana,” jelasnya.

“Keterlibatan pengusaha, Perbangkan dan juga terutama generasi mudah ini adalah hal yang harus dilakukan oleh semua pihak sehingga nanti kita akan menghasilkan satu karya yang monumental bagi daerah kita ini, khususnya untuk memperkenalkan Sulbar yang baru 14 tahun ini di kanca nasional dan internasional,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Parwasita Sulbar, Farid Wadji mengatakan kegiatan ini semacam pamacu atau promosi untuk memperkenalkan tenun Sulbar ke kanca nasional maupun internasional.

“Jadi namanya festival, event itu harus kita perbanyak agar bagaimana ketiga tenun ini  bisa terekspos keluar supaya orang luar tau. Apalagi millenilal sekarang menggunkan send and share atau like and share misalnya melalui media sosial. Sehingga diharapkan agar bagaimana tenun inin dikenal dikenal orang dan orang datang ke Sulbar,” tutup Farid Wadji.

(Zulkifli)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan