banner 728x90

Pedagang Lebih Pilih Abai, Daripada Tutup Pasar

Tidak ada komentar 182 views
banner 728x90

Pedagang di Pasar Senteral Mamuju Tengah,. Selasa (21/04) masih menggelar dagangannya, meski sudah ada himbauan tutup pasar. (Mahfudz)

Mateng,Katinting.com – Sikap abai pada himbauan lansung bupati kepada masyarakat dan pedagang dipertontonkan di pasar Mamuju Tengah. Sekalipun, keinginan Bupati menutup Pasar alasannya cukup kuat, namun warga dan pedagang tetap abai.

Karena, Selasa (21/04), tampak pedagang dan pembeli didua pasar yang bersamaan buka di hari Selasa, yakni pasar lama Topoyo dan Pasar Senteral Mamuju Tengah, tetap terlihat aktivitas seperti biasa, seolah tidak dalam keadaan Bencana Nasional.

Tentu bagi sebagian warga ini mengkuawatirkan mereka, sebab alasan Pemkab Mamuju Tengah, menutup pasar sementara waktu, agar tidak terjadi pergerakan orang terus menerus, yang berpotensi menjadi media penularan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

“Tapi disayangkan, beberapa warga malah mengganggap sedang tak terjadi apa apa sama kiya saat ini, justru mereka berlomba kepasar bagi pembeli, dan buka pasa bagi pedagang, tentu pengabaian pada himbauan punya resiko yang tinggi, berpotensi menularkan Covid-19,” keluh Isran, Selasa (21/04), salah seorang warga Mamuju Tengah, yang menyayangkan sikap sebagian warga dan pedagang.

Salah seoarang pedagang di Pasar Senteral Mamuju Tengah, Misrawary, menuturkan bahwa malam sebelum hari pasar memang sudah mendengar ada himbauan bupati, pasar akan ditutup. Tapi karena tadi saat hanya iseng kepasar, tidak ada polisi sama tentara yang berjaga,jadinya memutuskan berjualan.

“Seandainya ada petugas dari kepolisian dan TNI berjaga, mungkin saja kami tak buka, tapi justru tidak dijaga, maka mereka memilih menggelar lapak, sekalipun ada himbauan bupati,” ungkap Misrawaty.

Katanya, kalau pasar tidak dijaga polisi sama tentara,tentu pedagang tetap berjualan, karena kalau sekedar himbauan, maka tentu pedagang tak mau tahu itu.

“Sebab itu, hendaknya himbauan disertai dengan tindakan tegas, agar dari petugas, agar pedagang percaya, kalau benar benar pasar tutup,” kata Misrawaty.

Terpisah Kepala Desa Topoyo, Masri Ridwan, menyampaikan kalau sudah koordinasi dan menyampaikan ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) rencana penutupan pasar, tapi pihak Disperindag sebagai penanggungjawab pengelolaan kebijaan pasar, sampai saat ini, belum ada pergerakan.

“Yang pasti kalau kami desa, tentu akan mengikuti, apa himbauan Bupati, tapi masalahnya, dinas terkait belum ada gerakan,” singkat Masri.

(Mahfudz)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Pedagang Lebih Pilih Abai, Daripada Tutup Pasar"