banner 900x90

Panwaslu Kalumpang Dorong Partisipasi Masyarakat Dalam Pengawasan Pemilu

banner 900x90

Ketua Bawaslu Mamuju saat memberikan sambutan. (Foto Anhar)

Mamuju, Katinting.com – Panwaslu Kecamatan Kalumpang melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) di hotel Anugrah Mamuju. Rabu (5/12).

FGD ini dia hadiri seluruh Komisioner Panwaslu Kecamatan Kalumpang, yaitu, Bahri J Paedin, Suryono Supranoto dan Tony Sulican. Juga hadir Ketua Bawaslu Kabupaten Mamuju, Rusdin, S.Pd. Adapun pesertanya dari unsur tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, LSM, pelajar, mahasiswa dan media.

Ketua panitia, David menyampaikan dalam FGD akan melaksanakan diskusi bagaimana memaksimalkan partisipasi dalam pengawasan pemilu 2019.

Dalam sambutannya, Ketua Panwaslu Kecamatan Kalumpang, Bahri J Paedin menyampaikan, didalam kegiatan kepemiluan fokus kita harus menjaga sinergitas dengan beberapa lembaga, seperti tokoh masyarakat, LSM, media dan rekan-rekan mahasiswa.

“Bawaslu punya program ini, kita saling diskusi, menyumbang ide dalam menyukseskan Pemilu 2019 mendatang,” kata Bahri J Paedin.

Ditempat yang sama, Ketua Bawaslu Kabupaten Mamuju, Rusdin, S.Pd., menyampaikan, kegiatan ini adalah salah satu bentuk kegiatan yang merupakan program sosialisasi dari Bawaslu tentang pengawasan partisipatif.

“Kegiatan kita ini, bagaimana meningkatkan partisipasi masyarakat dalam membantu pengawasan pemilu. Partisipasi yang kami maksud disini adalah bagaimana peran serta masyarakat untuk ikut andil membantu pengawasan,” kata Rusdin.

Masih kata Rusdi, Partisipasi yang kami maksud adalah bagaimana masyarakat bisa ikut andil, baik sebagai mata, sebagai telinga. Dan harapan kami sebenarnya, warga bisa melaporkan dugaan pelanggaran pemilu.

“Ketika peran serta masyarakat ini sudah bagus, sudah besar, sudah baik. Maka tentunya proses-proses pesta demokrasi yang kita laksanakan utamanya pemilu 2019 ini, yang sangat kompleks, ini bisa lebih mudah kita sama-sama menjaga,” pungkasnya.

Karena hakekatnya apa? Pemilu ini adalah proses penggantian kepemimpinan Politik, yang bukan hanya penyelenggara Bawaslu dan KPU bertanggung, bukan hanya beban oleh pemerintah. Sambung Rusdin, bagaimana seluruh elemen masyarakat, semua pihak bisa ambil andil, inilah dimaksudkan stakeholder yang punya kepedulian dengan pemilu, ujarnya.

Rusdin juga menjelaskan, Program Bawaslu telah banyak dilakukan sekaitannya dengan pengawasan partisipatif. Diantaranya ada satuan karya Adhyasta pemilu khusus untuk gerakan Pramuka, kemudian ada forum warga, ada namanya pojok pengawasan. Untuk kedepannya kita kembangkan sampai di desa.

“Karena Bawaslu dalam menjaga hak pilih, itu tidak bisa mencakup seluruh warga masyarakat, yang sebarannya  luas dan banyak. Kalau tanpa peran serta masyarakat untuk ikut aktif dalam hal partisipasi dalam pengawasan pemilu, maka itu hal yang mustahil,” tutur Rusdin.

Apa pentingnya partisipatif pemilihan umum, harus mampu melihat dan mengevaluasi pola-pola kerja kepemimpinan politik sebelumnya, ini harus menjadi dasar pijakan kita berpikir, tidak sertamerta semua hal dalam pesta demokrasi itu bisa “dibeli”. Pungkas Rusdin.

“Ini harus dimulai dari sekarang, kalau tidak ada perbaikan maka akan begitu-begitu terus.” Tutup Rusdin yang juga membuka secara resmi.

FGD yang dilakukan Panwaslu Kalumpang. (Foto Anhar)

(ADV/Anhar)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.