banner 728x90

Pantau UNBK 2018, Wabup Mamuju Evaluasi Sejumlah Kendala  

325 views
banner 728x90

Wakil Bupati Mamuju, Irwan SP Pababari berkomunikasi dengan siswa saat memantau pelaksanaan UNBK. (Humas Pemkab Mamuju)

Mamuju, Katinting.com – Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMP sederajat diselenggarakan serentak mulai Senin, 23 April 2018. Dimana untuk tahun ini (2018,red) keseluruhan jumlah siswa dan siswi yang mengikuti UNBK, non-UNBK serta MTS mencapai 5.549.

UNBK tersebut mendapat perhatian khusus Wakil Bupati Mamuju H. Irwan SP Pababari, usai memantau ditiga sekolah, yakni SMP Negeri 2 Mamuju, SMA Negeri 1 Mamuju dan SMK Negeri 1 Mamuju.

Irwan menemukan sejumlah kendala pelaksanaan ujian, diantaranya yang paling menonjol adalah kendala teknis sulitnya peserta ujian untuk dapat masuk kesistem UNBK (login) hingga kurangnya fasilitas komputer, sehingga beberapa sekolah harus melaksanakan ujian di sekolah lain.

Melihat kondisi tersebut Wabub Mamuju menyampaikan bahwa sejumlah kendala yang ada, itu akan menjadi prioritas yang harus dituntaskan untuk tahun yang akan datang, utamanya bagi tujuh sekolah Negeri dan satu sekolah swasta yang ada didalam kota Mamuju dan telah melaksanakan UNBK. Namun demikian singkronisasi dan rasionalisasi kemampuan anggaran tetap harus dipertimbangkan, kuncinya.

Dewan Pendidikan Kabupaten Mamuju, Hajrul Malik mengatakan, bahwa UNBK merupkan tantangan mulai saat ini hingga kedepannya, kami bersama Dinas Pendidikan dan komisi III DPRD Kabupaten Mamuju berupaya agar tahun depan anggaran pendidikan bias fokus pada pengadaan komputer minimal 50–100 komputer untuk satu sekolah dan satu kali pengadaaan, jangan SMP 1 itu kita pinjam di SMA 1, tahun depan tidak bisa lagi numpang. Tentu dengan berbagai upaya yang harus disingkronisasikan bersama untuk mengalihkan pembiayaan juga dipahami oleh DPRD soal siklus ini, jadi satu tahun anggaran SMP sudah harus tuntas semua sekolah termasuk jaringan servernya.

Ketua DPRD MamujuHj. Sitti Suraidah Suhardi juga siap mendorong pada saat pembahasan di komisi III, kita akan evaluasi kalau memungkinkan anggarannya kita akan bantu apalagi melihat kondisi tiga sekolah harus digabungkan akibat fasilitas yang tidak terpenuhi, soal anggaran APBN tentu kita perlu bicarakan langsung ke Bupati hingga ketingkat pusat dan kalau itu memang memungkinkan kami berharapada APBN atau minimal sharing dari Provinsi untuk membantu Kabupaten, karena ini kebutuhan  yang sangat mendasar bagi anak sebagai generasi pelanjut. Tentu dengan adanya sinergitas dari Pemerintah Pusat danProvinsi untuk memberikan support anggaran pendidikan yang ada di Kabupaten.

Foto bersama Wabup Mamuju, Dinas Pendidikan, Kepsek SMK Mamuju dan Dewan Pendidikan Mamuju. (Humas Pemkab Mamuju)

(Advertorial/Lisa)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.