banner 728x90

Negeri Kolam Susu

1051 views
banner 728x90

IMG_4887_edit
Oleh : Santa, S.IP

(Mahasiswa Manajemen Pemerintahan Daerah PPS UMI dan Peneliti KOPEL Indonesia)

“Bukan lautan hanya kolam susu kail dan jala cukup menghidupimu tiada badai tiada topang kau temui ikan dan udang menghampiri dirimu. Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat dan batu jadi tanaman”

Ungkapan syair lagu koes plus setidaknya dapat menjadi alat introspeksi diri untuk seluruh anak bangsa dan dapat menjadi gambaran untuk kita renungi atau menjadi suatu proses berkontemplasi dengan kondosi sosial, ekonomi, politik dan budaya bangsa kita. Indonesia memang terkenal sebagai negara maritim terbesar di dunia, yang dimana luas lautnya mencapai 3 juta kilometer dibanding daratannya yang hanya sekitar 2 juta kilometer. lautnya terisi dengan kekayaan ikan dengan spesies bervariasi.

Selain itu, Indonesia dikenal dengan negara kepulauan (Nusantara), dimana memiliki tidak kurang 17 ribu pulau-pulau. Bahkan dalam foto citra satelit terakhir jumlah pulau tersebar di Nusantara ini sekitar 18 ribu pulau dan sekitar 6 ribu yang berpenghuni. Daratannya terkenal dengan tanah subur, memiliki kandungan kekayaan SDA dengan berbagai jenis. Fakta ini sayangnya tidak berbanding terbalik dengan taraf kehidupan dan kesejahteraan warganya yang dihuni sekitar 250 juta jiwa.

Anomali Negeri salah urus

Banyak anak-anak bangsa yang nyaris putus asa atau frustasi dengan fenomena ini. Tak jarang diantaranya harus hengkang kenegeri-negeri tetangga seperti Malasyia, Singapura, Thailand dan negara-negara lain di dunia untuk memperbaiki atau untuk bertahan hidup. Hingga yang paling tragis ada diantaranya memilih untuk mengakhiri hidupnya demi untuk memberi kritik kepada penguasa negeri ini agar melihat, mendengar dan mau melakukan perubahan dan keberpihakan pembangunan bagi warga marginal Desa-Kota.

Sebut saja Sondang sang aktivis mahasiswa beberapa tahun silam, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara membakar diri didepan kantor istana negara serta seorang aktivis muda di Kabupaten Polewali Mandar yang rela melompat dari ketinggian demi memberi pesan protes terhadap ketimpangan dinegeri tercinta ini.

Janji Kemerdekaan

Para founding Fathers atau para pendiri bangsa indonesia dahulu rela mengorbankan jiwa dan raganya demi satu cita-cita yang maha mulia, satu cita-cita atau mimpi tentang negeri yang sedang ia perjuangkan, tidak lain ialah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Saat ini usia Indonesia meminjam bahasa James richardo, telah memasuki 71 tahun. Seharusnya negara telah mampu mengantar kegerbang kemerdekaan yang sesungguhnya. Meminjam istilah Bung Karno kapal menuju Indonesia sejahtera ialah “Kemerdekaan Indonesia” telah hadir memberi kehidupan yang layak bagi seluruh anak-anak negeri siapapun dia, darimanapun dia, bagaimanapun dia. Dirgahayu RI Ke 71. (*)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.