Napiter di Lapas Polman Bebas

Tidak ada komentar 194 views

Napiter yang telah bebas dari Lapas Polman. (Ist.)

Polewali, Katinting.com – Candra Jaya Fatahilla atau Ahwya alias Harun alias Abu Yasin alias Abinya Yasin yang merupakan narapidana teroris (Napiter) jaringan Santoso bebas dari tahanan usai dirinya menjalani masa hukuman di lapas Polewali, Senin (28/01).

Candra Jaya Fatahilla atau lebih dikenal dengan nama Ahwya alias Harun alias Abu Yasin alias Abinya Yasin, mengatakan, Insya Allah dari sini (Lapas) dirinya akan meneruskan usaha yang sempat tertunda, kemudian anak-anak ya g kurang mendapat perhatian dari bapaknya, Insya Allah setelah bebas murni, dirinya akan memberikan perhatian kepada keluarganya.

“Kami memang sudah lama usaha busana muslim, jadi yang sekarang ini kami akan teruskan kembali usaha yang sempat tertunda. Selepas pulang dari Lapas, yang pertama dilakukan adalah menemui orangtua di Belopa Luwu Provinsi Sulsel dan selanjutnya akan ke Jakarta untuk membeli pakaian-pakaian muslim untuk dijual kembali di tokonya,” ujarnya saat keluar dari Lapas Kelas II B Polewali, Jln. Elang, Kelurahan Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polman, Provinsi Sulbar.

Candra, menyebutkan, selama dirinya menjalani sisa masa tahanan di Lapas Polewali alhamdulillah kesan yang dirinya dapatkan dalam rangka pembinaan dari segi agama agak bagus, jadi memang disini pegawai Lapas sifatnya pembinaan secara kekeluargaan.

“Jadi saya pribadi disini tidak mendapatkan hal-hal yang mungkin orang katakan negatif, saya banyak mendapatkan hal-hal positif selama Lapas ini dipimpin oleh Bapak Haryoto (Kalapas Polewali),” ujarnya.

“Pesan saya untuk teman-teman yang mungkin masih di sidang atau masih di penjara, seperti yang sudah saya rasakan ‘sabar’, bersabar dan istiqomah luangkan waktu untuk beribadah, banyak bertafaruf, banyak beristighfar, semoga masa hukuman yang kita lalui tidak terasa dan semoga Allah memudahkan kalian semua dimana teman-teman berada dimudahkan menjalani ujian yang Allah berikan pada kita,” sambungnya.

Disinggung terkait dirinya menolak pemberian remisi, saya menjalani masa tahanan selama 3 tahun. 1 tahun 6 bulan saya jalani masa tahanan di Kelapa Dua Jakarta, dan 1 tahun 6 bulan di Lapas Kelas II B Polewali.

“Seperti yang telah disampaikan oleh Kalapas, saya pribadi tetap bertahan pada idiologi saya dan itu memang sudah menjadi konsekuensi dan harga mati buat saya,” ucapnya.

Tak lupa dirinya juga mengucapkan banyak terima kasih terkhusus kepada seluruh pembina Lapas dan para stafnya karena banyak disini saya mendapatkan perlakuan yang baik, perlakuan yang sifatnya secara kekeluargaan yang tentunya membangun hubungan emosional kami lebih baik lagi.

“Mudah-mudahan setelah bebas dari sini kita bisa komunikasi kembali dengan baik. Saya juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada anggota BIN Sulbar, Polres Polman, Kodim 1402 Polmas, dan Polda Sulbar yang setiap bulan rajin datang untuk mengunjungi saya di Lapas ini,” tutupnya.

 

Edit : Fatir

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan