banner 728x90

MUI Mamuju Tengah Fleksibel Sikapi Maklumat MUI Sulbar

banner 728x90

Sekretariat MUI Mateng, JL. Daengna Maccirinnae, Benteng Tobadak. (Dok. Mahfudz)

Topoyo, Katinting.com – Kamis, 26 Maret, MUI Sulbar mengeluarkan Maklumat sebagai bagian dari sikap MUI Sulbar menyikapi pandemi Virus Corona yang mulai melanda sejumlah wilayah propinsi yang berbatasan dengan Sulbar.



Salah satu Maklumat yang memang ditunggu tunggu masyarakat Muslim Sulawesi Barat, apa posisi MUI Sulbar terkait Fatwa MUI Pusat, yang membatasi pelaksanaan ibadah sholat Jumat dan ibadah Lima Waktu secara berjamaah, untuk sejumlah wilayah yang telah dinyatakan masuk zona merah peredaran Virus Corona, dengan meniadakan Sholat Jumat sementara waktu dan Sholat Berjamaah untuk Sholat Lima waktu. Sementara untuk wilayah yang masih berada di zona hijau MUI Pusat masih memberikan Fatwa bahwa Sholat Jumat dan Sholat Berjamaah Lima Waktu masih bisa dilaksanakan dengan catatan memperhatikan kebersihan tempat ibadah.

Akan tetapi, MUI Sulbar pada Kamis kemarin, telah mengeluarkan Maklumat meniadakan Sholat Jumat dan Sholat Lima Waktu secara berjamaah, sehingga menimbulkan prokontra dari sejumlah pihak yang kompeten terhadap penilaian keagamaan. Seperti MUI Mamuju Tengah, melalui Pimpinan Media Dakwahnya, H. A Hamid JZ, menuturkan bahwa untuk Maklumat MUI Sulbar mari kita menyikapinya secara fleksibel.

Menurutnya pengambilan keputusan dan keputusan dihasilkan sekaitan dengan pandemi Covid-19 ini, sifanya Mubah, sehingga Ia mengajak masyarakat dan sejumlah elemen keagamaan menyikapinya dengan fleksibel saja, terkait salah satu poin maklumat MUI Sulbar yang meniadakan sholat Jumat dan Sholat Lima Waktu secara berjamaah.

“Saya kira Maklumat itu sifanya Mubah, jadi kita fleksibel saja mengambil sikap, yang mau ikut maklumat silahkan dengan pertimbangan kalau memang diwilayah tersebut masih diyakini aman dan belum ada yang terpapar, tapi kalau mau mengikuti maklumat MUI Sulbar ya silahkan, jadi mari kita lihat secara fleksibel saja, agar tak terjadi silang pendapat berkepanjangan diantara umat,” jelas Hamid.

Lebih jauh, Ia berpesan bahwa bagi yang tak ikut dengan maklumat MUI Sulbar tentu tetap mengedepankan ikhtiar, dimana tentu kalau memutuskan menggelar sholat jumat dan sholat lima waktu secera berjamaah, maka tetap memastikan kebersihan tempat ibadah itu bersih, panitia masjid menyiapkan sabun pencuci tangan bagi para jamaah, menyiapkan cairan anti septic, melakukan pembatasan bersentuhan melalui bersalaman tangan.

“Intinya kemudian, kalau kita meyakini disekitar kita masih dijamin kebersihan dan belum ada diduga terpapar virus yang menakutkan tersebut sesuai penilaian pemerintah, maka buat apa kita menjauh dari Tuhan, tapi dengan catatan, tetap kedepankan ikhtiarnya, jadi sekali lagi untuk Mamuju Tengah, kita cukup fleksibel menyikapinya, yang mau Jumat silahkan, yang kuawatir silahkan tidak menggelar sholat Jumat,” tutup Hamid.

(Mahfudz)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "MUI Mamuju Tengah Fleksibel Sikapi Maklumat MUI Sulbar"