Miris! Orang Tua Tak Sanggup Biayai Pengobatan Anaknya

205 views

Bayi Penderita Omfalokel dari Mamasa. (Ft: Istimewa)

Mamasa, Katinting.com – Kisah pilu dirasakan pasangan Joni Alfred dan Sarce yang baru beberapa bulan menikah, telah dianugrahi buah hati yang diberi nama Maryana Manggai yang kini berusia 11 hari. Namun sangat sayang, anak yang lahir normal di rumahnya pada rabu (15/11) lalu mengalami gangguan fisik, dengan ada benjolan di bagian perut bayi.

Joni berama istri dan buah hatinya, tinggal di Bala Tana, Desa Rante Puang, Kecamatan Sesena Padang Kabupaten Mamasa. Ia pun khawatir dengan kelainan yang dialami bayinya, sehingga langsung melarikan anaknya yang baru lahir, ke Puskesmas Mamasa guna mendapatkan perawatan yang lebih intensif.

Pun kemudian bayi yang baru lahir itu langsung dirujuk ke RS Kondosapata. Setibanya, pihak medis menyarankan untuk merujuknya ke RSU Polewali Mandar, tetapi pihak keluarga menolak, dengan alasan tidak cukup biaya untuk pengobatan. Karena alasan itupun akhirnya Joni memutuskan untuk membawa pulang anaknya.

“Waktu itu pak Joni menolak anaknya dirujuk karena alasan biaya. Kami sarankan untuk mengurus BPJS,” kata Bidan Imelda, Minggu kemarin (26/11).

Menurut Imelda, Maryana didiagnosa menderita Omfalokel, penonjolan dari usus atau isi perut lainnya melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum (selaput perut) dan tidak dilapisi oleh kulit.

Melalui Kepala Desa, Joni akhirnya mengurus BPJS. Setelah memiliki BPJS, dari RS Kondosapata, Joni pun merujuk anaknya ke RSU Polewali Mandar. Setelah menjalani perawatan selama tujuh hari, dan dinyatakan akan dioperasi, pihak keluarga meminta agar Maryana dipulangkan dengan alasan mereka tidak lagi punya biaya.

“Waktu lahir anak saya langsung saya bawa ke rumah sakit. Sempat dibawa ke Polewali tapi saya pulangkan karena saya tidak punya uang untuk biaya operasinya,” sambung Joni.

Karena desakan dari sejumlah pihak, Joni akhirnya membawa ulang bayinya ke RS Kondosapata. Pihak rumah sakit pun merujuk Maryana pada minggu (26/11), untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif di RSU Polewali Mandar.

“Kami sempat membujuk Joni untuk membawa anaknya ke RS. Alhasil, Joni menuruti saran kami. Untuk meringankan beban Joni, kami berniat memberikan sumbangan. Paling tidak, menambah biaya hidup mereka selama menjalani perawatan di Polman,” ungkap Koordinator Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sesena Padang, Yohanis.

(Rls)

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar