banner 728x90

Menyelami Pertemuan H. Damris dan Habsi-Irwan

Tidak ada komentar 1053 views
banner 728x90

H. Habsi Wahid (kiri) dan H. Damris (kanan). (Dok. Anhar)

Mamuju, Katinting.com – H. Damris yang disebut-sebut bakal ikut meramaikan bursa Pilkada Mamuju melakukan pertemuan khusus, Minggu malam (15/3) dengan H. Habsi Wahid dan H. Irwan SP Pababari yang merupakan pasangan bakal calon yang akan maju di Pilkada Mamuju September mendatang.

Saat dikonfirmasi di Kantor Bupati Mamuju, Senin (16/3), terkait ihwal pertemuan tersebut, H. Habsi Wahid mengatakan tidak lebih komunikasi politik.



“Tidak lebih komunikasi politik, itu sangat cair, kita tidak melihat apakah sudah ada yang punya atau belum. Menurut kami belum ada yang final, sehingga melakukan pertemuan-pertemuan semalam dengan ketua DPD Partai Golkar Mamuju,” kata H. Habsi Wahid.

Ia juga mengatakan, ada kesamaan visi, melihat di dalam membangun koalisi kedepan.

Terkait tindak lanjut pertemuan tersebut, Ia menyerahkan kepada partai Golkar. “Kami minta bisa berkoalisi dengan kami, ia atau tidak itu urusan Golkar. Tapi tadi malam ia (H. Damris) sudah memberikan pernyataan, dia akan melakukan survei, kalau survei bagus atau tidak entah bagaimana DPP-nya. Kalau memang surveinya tidak bagus kelihatannya akan lari ke kami, menurut dia,” sebutnya H Habsi Wahid yang senang Golkar bisa membuka ruang.

Ditempat terpisah, H. Damris saat ditemui di kantornya DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Senin (16/3) mengatakan, pertemuannya dengan petahana hal yang wajar sebagai pimpinan partai.

“Kita memang janjian itu di maleo, selain komunikasi keluarga karena kita tidak bisa pungkiri kita semua ini memang keluarga, juga membangun komunikasi politik. Karena mambangun komunikasi politik sesama ketua partai itu kan hal yang wajar,” tutur H. Damris, Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Mamuju.

Masih kata H. Damris, artinya Pilkada tidak membatasi silaturahmi, walapun beda warna dan pilihan tetapi hubungan silaturahmi tidak putus disitu. “Yang jelas pertemuan semalam bagaimana hubungan baik. Memang mereka minta, ketika pak Damris tidak maju, kalau bisa koalisi. Saya bilang sampai hari ini Golkar tetap bertekad mengusung kadernya. Diantara kadernya Golkar yang diusung adalah saya di Kabupaten Mamuju”.

Lanjut H. Damris dalam keterangannya, Insya Allah surat tugas dari DPP, dua tiga hari saya dapat, sabagai alat membangun komunikasi dengan partai lain untuk membangun koalisi.

“Tetapi partai Golkar akan tetap menurunkan survei. Kader diusung ketika tidak mampu untuk maju di Pilkada, jika surveinya dibawah tentunya kita akan melihat arah kemana. Saya secara pribadi, meski pun saya mau kalau survei tidak memungkinkan tidak mungkin saya mau ‘bunuh diri’, artinya partai saya juga harus dibesarkan. Selain itu kita juga survei calon-calon mana yang memungkinkan untuk menang,” jelas H. Damris.

H. Damris juga menegaskan sampai hari ini dirinya masih siap untuk bertarung, dan namanya masih di DPP dan akan mendapat surat tugas.

Ditanya terkait kemungkinan Partai Golkar akan bergabung ke Petahana, H. Damris mengatakan, “Saya bukan penentu”. Ia bahkan menegaskan dan pertemuannya dengan H. Habsi Wahid adalah pertemuan biasa membangun komunikasi politik.

Terkait acung jari, H. Damris mengatakan tidak tau itu maksudnya apa, hanya menghargai seperti apa yang dicontohkan bersama-sama. Dan ia mengaku tidak ada maknanya.

(Anhar)

Bagikan

Pencarian Terkait

banner 728x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Menyelami Pertemuan H. Damris dan Habsi-Irwan"