banner 900x90

Menunggu KPK atas Dugaan Mafia Proyek di Pemprov Sulbar

444 views
banner 900x90

Foto Maenunis (kanan) saat menyerahkan berkas kepada Waka Polda Sulbar, Endi Sutendi, Kamis (30/8) lalu. (Foto Ist)

Saya sudah analisa beberapa sumber termasuk pemberitaan di sejumlah media. Ada nama perusahaan, ada nama menggunakan inisial, ada juga nama yang jelas

Mamuju, Katinting.com – Dugaan adanya mafia Proyek dalam lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Maenunis Amin menjadwalkan akan menyerahkan sejumlah nama ke Polda Sulbar.

BACA JUGA : Polda Proses Berita Dugaan Mafia Proyek di Pemprov Sulbar

Dalam siaran persnya yang disampaikan kepada Katinting.com,  Maenunis Amin mengaku akan menyerahkan daftar nama tersebut minggu ini ke Polda Sulbar dan berharap agar Kapolda segera bisa melakukan pemanggilan.

“Kalau tidak ada kendala, minggu ini Insha Allah saya akan segera menyerahkan daftar nama dan dokumen penunjang terkait dugaan adanya mafia proyek di Pemprov Sulbar. Kita berharap setelah itu, pihak kepolisian dapat segera melakukan pemanggilan dan investigasi,” kata Maenunis.

Terkiat nama-nama tersebut, Maenunis tidak menyebut secara detail, tapi dirinya mengaku telah mengumpulkan nama dari pemberitaan media dan sumber lainnya.

“Saya sudah analisa beberapa sumber termasuk pemberitaan di sejumlah media. Ada nama perusahaan, ada nama menggunakan inisial, ada juga nama yang jelas. Termasuk kita akan minta kepada Polda untuk memanggil salah seorang petinggi OPD di Pemprov Sulbar untuk dimintai keterangan.” terangnya.

Lebih lanjut Maenunis Amin berencana akan segera menjadwalkan untuk berkunjung ke kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk meminta supervisi dari lembaga anti rusuah tersebut.

Ikut prihatin dan malu, karena setiap tahun menjelang lelang pasti ribut soal mafia proyek dan lain-lain. Saran saya serahkan masalah ke Polri dan KPK untuk ditangani

Mengomentari, pemberitaan dugaan adanya mafia proyek dalam lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat, Hj. Asyfa Marzuki Br Ginting Manik perihatin atas pemberitaan tersebut. Ia meyakini atas pemberitaan (media,red) pasti punya dasar, sehingga merasa prihatin  dan berharap persoalan dugaan mafia proyek diserahkan ke Polda dan KPK.

“Jalan dua tahun pemerintahan ABM-Enny sangat memprihatinkan. Waktu terkuras membahas mafia proyek terus, harapannya Polda bekerja profesional menanggapi persoalan tersebut,” kata Hj. Asyfa kepada Katinting.com via chat WhatsApp.

Tentunya sesuai visi misi ABM-ENNY nol korupsi. Masih kata Asyfa, hal itu harus di dukung dengan mengungkap terang benderang atas dugaan mafia proyek, soal benar atau tidak harus dibuktikan kepublik. “Jangan ada pihak merasa merasa paling bersih, siapa yang berani bermain-main api dia akan terbakar, persoalan waktu saja. Semoga semuanya bisa terungkap kepublik, sehingga tidak menghambat proses pemerintahan dengan dugaan adanya oknum mafia proyek yang akan merugikan masyarakat Sulawesi Barat,” kata Hj. Asyfa yang pernah menjadi bagian penting dalam pemenangan ABM-Enny dalam Pilkada lalu.

Ia berharap pemerintah ABM-Enny bisa memusatkan energi untuk mewujudkan visi-misinya, untuk rakyat Sulawesi Barat. “Ikut prihatin dan malu, karena setiap tahun menjelang lelang pasti ribut soal mafia proyek dan lain-lain. Saran saya serahkan masalah ke Polri dan KPK untuk ditangani,” pintanya.

(Anhar)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.