banner 900x90

Mendagri Pastikan KPU Mengedepankan Integritas dan Bebas Intervensi

banner 900x90

Foto bersama Komisioner KPU Mamuju saat mengikuti Rakornas. (Ist.)

Jakarta, Katinting.com – KPU RI menggelar Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) yang dihadiri seluruh Komisioner KPU se-Indonesia di  Mercure Convention Centre Ancol (MCCA).

Rakornas ini memberi pembekalan kepada komisioner dan sekretaris dalam menghadapi persiapan Pemilu serentak 17 April 2019 mendatang. Dimana dihadiri sekira 3.500 orang delegasi dari 514 KPU kabupaten/kota di 34 provinsi.

Ketua KPU RI Arief Budiman, dalam sambutanya mengatakan, anggota KPU kabupaten/kota harus memiliki tanggungjawab lebih untuk mewujudkan Pemilu 2019 yang aman dan lancar.

“Anggaran siap. Jadi, tidak ada alasan lagi KPU kabupaten/kota tidak siap menyelanggarakan Pemilu 2019 karena alasan anggaran,” ungkap Arief.

Sambung Arief Budiman mengatakan, Anggota KPU di setiap kabupaten/kota, harus mempersiapkan penyelenggara di tingkat PPK, PPS, dan KPPS. Kesemuanya harus bisa menjadi pelopor untuk menopang dan bekerja sepenuh waktu pada Pemilu Serentak 2019.

Masih kata Ketua KPU RI Arief Budiman, jika kebutuhan logistik tiap KPU kabupaten/kota dalam status aman. Logistik masing-masing kabupaten/kota sudah 70 persen distribusi. 24 persen lainnya sudah diproduksi dan sementara distribusi. Lebihnya yang 6 persen yakni  hologram dan surat suara akan didistribusikan pada Januari-Februari 2019.

Ia juga mengatakan masih banyak persoalan pemutakhiran data pemilih. Sejauh ini KPU mendapat waktu 30 hari ke depan hingga penetapan DPT.

Hadir pada kesempatan tersebut, Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kuumolo. Ia mengapresiasi kerja KPU sejauh ini. Mendagri menganggap KPU telah sukses melaksanakan Pilkada serentak pada 2018 lalu.

“Kerja keras anggota KPU RI hingga tingkat PPS menjadi tolak ukur kerja kesuksesan Pemilu 2019 nantinya. Riak dan masalah akibat Pilkada maupun pemilu sekiranya dapat dideteksi sedini mungkin agar tidak ada lagi terjadi pembakaran kantor seperti yang terjadi di Papua karena menolak hasil putusan MK,” ucapnya.

Tjahyo Komulo percaya sepenuhnya terhadap KPU yang mengedepankan integritas serta bebas dari intervensi pihak manapun. Dan yang terpenting menurutnya, ialah harapan adanya peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilu serentak 2019 dibanding dengan Pilkada tahun 2018.

Di Akhir sambutannya, Tjahyo Komulo menegaskan ke awak media yang hadir, jika tidak ada satupun PKPU dibuat oleh KPU yang menyimpang.

Rakorni tersebut diawali dengan Rapat Konsolidasi per Devisi tanggal 16 November 2018. Adapun pembagian ruang rapat :

  1. Divisi Keuangan, Umum, Logistik dan Rumah Tangga di Hotel Mercure Convention Ancol (Ruang Rapat Krakatau Ballroom Lantai 1),
  2. Divisi Perencanaan, Data dan Informasi di Hotel Mercure Convention Centre Ancol (Ruang Rapat Pulau Bidadari Lantai 1),
  3. Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM di Hotel Discovery Ancol (Discovery 2&3 Ballroom Lantai 3),
  4. Divisi Teknis Penyelenggaraan di Hotel Discovery Ancol (Discovery 1 Ballroom Lantai 3),
  5. Divisi Hukum dan Pengawasan di Hotel Borobudur Jakarta (Ruang Rapat Flores Ballroom Lantai Lobby),
  6. Kelas Dukungan Teknis Penyelenggara (Sekretaris) di Hotel Novotel Mangga Dua (Ruang Rapat Betawi AB Lantai 5)

(Rls/*)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.