banner 728x90

Menanti Petarung di Pilkada Pasangkayu

Tidak ada komentar 257 views

Arham Bustaman

Oleh : *Arham Bustaman

Sepertinya pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar tahun 2020 mendatang semakin hangat dibicarakan dan menjadi topik top, baik di tingkat elit politik maupun pada level masyarakat bawah.

Mengerucut tiga nama yang diprediksi akan bertarung, yakni Yaumil Ambo Jiwa, HM. Saal dan Abdullah Rasyid. Ketiga nama tersebut cukup santer terdengar di warung kopi atau di perkumpulan warga, bahkan paling seru di media sosial.

Sedianya ketiga nama itu digadang akan masuk meramaikan perebutan kursi satu pada Pilkada yang dianggap paling menyita perhatian bagi sebagian orang ini.

Meski tidak muda lagi, ketiga tokoh tersebut masing-masing dinilai mempunyai kapasitas dan potensi mumpuni serta instrumen politik lainnya untuk menjadi bupati.

Sebut saja Yaumil sang inisiator pembentukan kabupaten Pasangkayu. Saudara kandung dari Bupati Pasangkayu Agus Ambo Jiwa ini berhasil duduk di deretan kursi unsur pimpinan DPRD Pasangkayu selama empat periode secara beruntun.

Tentu bukan cuma itu, sebab ia juga berhasil menggawangi partai Golkar menjadi kampiun dua periode pertama berturut-turut pada pemilu 2004 dan 2009.

Walau ia tidak mampu mempertahankan posisinya, pasalnya partai Golkar hanya bisa mencapai urutan kedua. Pada pemilu 2014 ia digeser oleh PDI Perjuangan dan selanjutnya pada Pemilu serentak 2019 ia dikalahkan Hanura.

Meski begitu, sebagai putra daerah, mantan kepala desa Sarudu ini dianggap masih potensial bertarung untuk mendapatkan simpati warga pada Pilkada nanti.

Selanjutnya ada HM. Saal, tokoh Mandar yang cukup berpengaruh. Selain masih menjabat wakil Bupati Pasangkayu untuk kedua kalinya, pada Pemilu 2019, April lalu, partai Hanura yang ia pimpin berhasil mengungguli partai-partai lain.

Tak tanggung, Hanura menoreh sejarah baru mandapatkan enam kursi, sehingga dipandang pantas menjadi modal bagi Saal yang sudah memproklamirkan diri masuk meramaikan ring politik akbar Pilkada serentak yang dihelat tahun depan.

Berikut nama tenar Abdullah Rasyid, tokoh peletak batu pertama kabupaten. Tujuh tahun memimpin kabupaten paling utara Sulawesi Barat menjadi bekal utama baginya.

Memiliki banyak loyalis dan simpatisan fanatik menjadi daya tarik bagi mantan Bupati Pasangkayu ini kembali menjadi orang nomor satu di daerah ini.

Bila jadi masuk, ini merupakan kali keempat ia bertarung pada Pilkada Pasangkayu. Pada 2005 ia berpasangan Agus Ambo Jiwa berhasil menang. Tapi di dua periode berikutnya ia kalah.

Selain bupati, tidak absah kiranya jika tidak mengurai sederet nama yang kuat bakal mengisi kandidat wakil bupati meski secara singkat. Sebab porsi wakil juga sangat mempengaruhi kontestasi.

Sebut saja Lukman Said yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena ketua DPRD Pasangkayu ini juga memiliki nama besar di kancah perpolitikan, baik skala daerah maupun nasional dengan Asosiasi DPRD Kabupaten Seluruh Indonesia (ADKASI) yang dinaungi. Ia juga disebut berpeluang untuk maju menjadi calon bupati.

Kemudian wakil ketua DPRD Pasangkayu dan juga ketua Demokrat Pasangkayu Musawir Azis Isham, politisi senior yang ikut serta dalam rencana pembentukan kabupaten juga menjadi primadona untuk digandeng para kandidat bupati.

Muhammad Yusri Nur anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat terpilih juga masuk radar bursa wakil bupati. Mantan ketua KPUD Mamuju Utara dan kini menjabat ketua PERINDO Pasangkayu tersebut juga punya kans cukup besar.

Mewakili gender perempuan, istri bupati Pasangkayu Agus Ambo Jiwa, Herni Agus ini juga layak digandeng. Sebab, sedikit banyaknya ia sudah banyak makan asam garam selama mendampingi suaminya selaku bupati dua periode.

Terbukti ia mampu meraih suara signifikan saat dirinya mancalonkan anggota DPR RI. Meski tidak terpilih karena kalah bersaing dengan calon lain, ia dirasa masih bisa ikut pilkada Pasangkayu ke depan.

Dari kalangan birokrat, disinyalir kepala dinas PUPR Pasangkayu Budiyansa mendapat lampu hijau. Oleh beberapa kalangan, sosok birokrat ulung ini kerap diseret ke pusaran politik dikaitkan dengan Yaumil.

Mantan kadis Kelautan Dan Perikanan Pasangkayu dan mantan sekretaris daerah Pasangkayu HM. Natsir juga menjadi perbincangan publik untuk mendampingi kandidat bupati Pasangkayu periode 2020-2025.

Namun pun demikian, tidak tertutup kemungkinan ada nama-nama lain yang berpeluang muncul sebelum pendaftaran di KPUD dibuka. (*)

Bagikan
banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan pesan "Menanti Petarung di Pilkada Pasangkayu"