banner 728x90

Maksimalkan Anggaran, Desa Pati’di Berhasil Bangun Jembatan Gantung 56 Meter

banner 728x90

Foto bersama (Ki-ka) Amri Mustafa, Rusli dan Istri, Muhammad Said Pattoeng. (Foto Zulkifli)

Mamuju, Katinting.com – Pemerintah Desa (Pemdes) Pati’di berhasil membangun jembatan gantung sepanjang 56 meter yang menghubungkan empat dusun, dengan menggunakan dana desa sebesar 294 juta rupiah.

Peresmian jembatan tersebut dihadiri langsung Kepala Desa Pati’di, Rusli, Camat Simboro, Muhammad Said Pattoeng, Kepala Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Mamuju dan sejumlah masyarakat desa Pati’di, Minggu (17/3).

Jembatan yang memhubungkan empat dusun yakni Dusun Dusun Mollo, Tabunia, Salu Arei dan Toppong dianggarkan pada tahun 2018 kemarin. “Pembangunan jembatan gantung ini menggunakan Anggaran Dana Desa (ADD) sebesar 294 juta rupiah yang dianggarakan pada tahun 2018,” kata Kepala Desa Pati’di, Rusli.

Lulusan DIII Keperawatan ini juga menuturkan, jembatan gantung tersebut menjadi akses yang sangat vital bagi masyarakat yang berada di empat Dusun di sebarang sungai tersebut.

“Karena kemarin ketika jembatan ini putus sangat di rasakan baik dari dampak ekonomi, pendidikan, dan banyak dampak sosial yang lain,” ujar Rusli.

Rusli menambahkan, anggaran pembangunan jembatan gantung sebenarnyaa terbatas. Menurutnya, jika dihitung-hitung dana yang digunakan untuk membangun jembatan nilainya kecil sekali. Namun karena antusias dan semangat masyarakat, sehingga proses pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

“Ada beberapa masyarakat yang membantu dalam bentuk swadaya menyumbang semen untuk beton dan kayu yang masuk sehingga tidak semua kami beli dalam bentuk penganggaran di Desa. Keterlibatan masyarakat sangat membantu,” sebutnya.

Ia mengaku akan menyisipkan anggaran untuk perawatan yang baru baru saja diresmikan tersebut.

Dirinya juga berharap, dengan diresmikannya jembatan tersebut dapat memperlancar kembali akses-akses perekonomian, akses sosial dan pendidikan.

“Sehingga masyarakat kami yang begitu sangat terpelosok ini bisa menikmati kembali jembatan yang kami bangun dan melancarkan kembali akses-akses yang terputus kemarin,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menjamin ketahanan  jembatan tersebut sampai dengan supuluh tahun lamanya. “Menurut konsultan perencana kemarin, bahwa melihat dari kualitas dan mutu bahan-bahan yang kita pakai, sepuluh tahun kedepan bisa kita jamin baik dari kayu maupun dari konstruksi beton nya,” katanya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) Kabupaten Mamuju, Amri Mustafa yang meresmikan jembatan gantung mengaku bersyukur karena Pemdes Pati’di merespon terkait perencanaan pembangunan di tahun 2018.

“Karena fokus penyelesaian salah satu sarana transportasi yaitu jembatan gantung. Alhamdulillah karena pemerintah Desa telah merespon,” katanya.

Ia berharap semoga jembatan yang baru saja ia resmikan ini, masyarakat dan pemdes dapat memelihara dengan baik jembatan tersebut agar bertahan lama.

Ditempat yang sama, Camat Simbiro, Muhammad Said Patttoeng sangat mengapresiasi dengan adanya jembatan ini.  Ia juga beraharap semoga dengan hadirnya jembatan tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat Desa Pati’di.

“Karena tanpa jembatan ini tentu akses menuju empat Dusun ini sangat susah. Untuk menjual komoditi yang dihasilkan disana tentu tidak bisa kalau tidak ada jembatan ini,” ungkapnya.

Sehingga ia juga meminta agar jembatan tersebut dipelihara dengan baik. “Karena tanpa pemeliharaan ini tentu ini tidak akan berkesinambungan dengan lama,” tutup Said Patttoeng.

Foto bersama usai peresmian jembatan gantung di Desa Pati’di. (Foto Zulkifli)

(Zulkifli/Anhar)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Tinggalkan Balasan