banner 900x90

KPU Sulbar Gelar Diskusi Pemilu 2019 dengan Pers

58 views
banner 900x90

Komisioner KPU Sulbar (Ki-Ka), Adi Arwan Alimin, Rustang, Said Usman Umar, dan Sukmawati M Sila. (Foto Anhar)

Mamuju, Katinting.com – KPU Sulbar melakukan diskusi pers, terkait pemilu 2019 di Cafe Hero Mamuju. Jumat (28/9), yang dihadiri empat komisioner KPU Sulbar yakni Rustang, Said Usman Umar, Adi Arwan Alimin dan Sukmawati M Sila. Sedangkan satu komisioner tidak hadir yakni Farhanuddin.

Pada kesempatan ini, terkait data pemilih, Sukmawati M. Sila menyampaikan, pemilih ganda masih menjadi masalah, selain itu masih banyak pemilih belum terdata karena belum memiliki NIK sehingga akan menggandeng Dinas Capil untuk membantu warga sehingga bisa menyalurkan hak pilihnya di Pemilu 2019. Terkait masalah tersebut, Sukmawati M. Sila menyampaikan pentingnya melindungi hak pemilih, melalui gerakan melindungi hak pemilih.

Sementara Ketua KPU Sulbar, Rustang berharap kegiatan diskusi pers pemilihan umum 2019 membangun silaturahmi lebih baik khususnya dengan insan pers. “Kami berharap kegiatan seperti ini silaturahmi KPU dan media dapat membangun, menjadikan informasi lebih akurat”.

Kesempatan yang sama, Adi Arwan Alimin mengatakan, media mempunyai fungsi pengawasan dalam pemilu 2019, meski ada penyelenggara tapi media memiliki jangkauan lebih luas.

Ia berharap kepada jurnalis dan media, selain tahapannya dipelototi, tapi juga bisa mengawasi para penyelenggaranya. “Laporkan saja, kapan waktunya dan dimana tempatnya,” kata Adi Arwan Alimin.

Pemilu adalah medium pendidikan Politik, sambung Adi Arwan Alimin, kita berhap media membantu itu. Ia juga menekankan agar penyelenggara tidak boleh alergi dengan media.

Adi Arwan juga menyinggung pentingnya Parpol mendaftarkan akun media sosial, sehingga bisa menjadi akun resmi yang bisa dimanfaatkan untuk melakukan kampanye. “Mereka (Parpol,red) dipersilahkan mendaftarkan 10 akun. Kalau mereka tidak mendaftarkan akun, tidak boleh kampanye di medsos”.

Sedangkan Said Usman Umar menyampaikan soal pentingnya sikap profesionalisme bagi penyelenggara Pemilu. “Kalau ada yang mengatakan mana lembaga yang profesional, maka saya katakan KPU punya ukuran. Dimana saya katakan profesional, kalau menyelenggarakan sesuai mekanisme yang ada”.

Sambung Said Usman mengatakan, untuk mengukur profesionalisme Parpol dilihat dari memanfaatkan tahapan pemilu. Banyak tahapan, mereka (Parpol,red) hanya menggunakan waktu akhir. bahkan ada tengah malam. “Kita juga akan melihat dalam tahap kampanye, apakah taat asas, taat mekanisme”.

Said Usman juga meminta media membantu mensosialisasikan secara massif agar tidak terjadi politik uang (Money Politik) dan pelanggaran lainnya, dalam tahapan pemilu.

(Anhar)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.