banner 900x90

KPU RI Potensi di Adukan ke-DKPP dan Dipidanakan Terkait Seleksi KPU Sulbar

banner 900x90

Foto Masram. (IST)

Mamuju, Katinting.com – Pelaksanaan seleksi calon anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat diduga berjalan tidak fair dengan banyaknya dugaan regulasi yang dilanggar oleh Tim Seleksi (Timsel).

Dalam rilisnya kepada Katinting.com, Masram yang melaporkan hal tersebut, mengatakan Timsel seharusnya bekerja dengan berpedoman pada peraturan perundang-undangan maupun Juknis terkait dengan seleksi KPU, terhadap kondisi ini menunjukkan bahwa Timsel KPU Provinsi Sulbar diduga bekerja secara tidak profesional dan bahkan bertindak diluar kewenangannya. Sehingga mendorong saya melayangkan surat aduan/tanggapan kepada KPU RI, Bawaslu RI dan DKPP RI di Jakarta yang saya antar langsung beberapa hari yang lalu.

Beberapa hal menjadi catatan dan aduan saya ke tiga lembaga tersebut terkait kurang profesionalisme Timsel Bekerja, Independensi Timsel bekerja, serta beberapa pelanggaran-pelanggaran terhadap Juknis terkait Seleksi KPU yang dilakukan Timsel KPU Provinsi Sulbar.

Antara lain menurut Masram, terkait verifikasi syarat administrasi calon, diduga Timsel tidak bekerja secara cermat dan tidak profesional sehingga meloloskan calon/peserta yang berkasnya tidak lengkap atau cacat administrasi pada tahapan pemberkasan, yaitu terkait izin/rekomendasi dari Pejabat Pembina Kepagawaian terhadap salah seorang calon/peserta, serta meloloskan salah seorang calon/peserta yang berkasnya tidak lengkap dimana yang bersangkutan tidak melampirkan Form Model SK. Calon 3, yaitu Surat Keterangan dari pimpinan partai bahwa yang bersangkutan tidak lagi menjadi anggota partai 5 (lima) tahun terakhir, sekalipun yang bersangkutan sudah PNS pada saat mendaftar sebagai calon anggota KPU, karena dokumen tersebut adalah satu kesatuan kelengkapan berkas yang harus dipenuhi oleh seorang Calon Anggota KPU, sebagaimana dimaksud pada BAB II poin B, angka 2 huruf “h” Keputusan KPU No. 35/PP.06-Kpt/05/KPU/II/2018 tentang Petunjuk Teknis Seleksi Anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota.

Sambung, terkait dengan hasil tes CAT serta tes kesehatan, Timsel telah nyata-nyata bertindak diluar kewenangannya dengan melanggar Juknis tentang seleksi anggota KPU. Dimana timsel meloloskan beberapa peserta yang nilainya dibawah standar minimal sebagaimana yang disyaratkan Juknis, serta tidak mensyaratkannya pemeriksaan Mata dan THT pada tes Kesehatan.

Bahwa terhadap hal-hal tersebut diatas sudah dikomunikasikan dengan KPU RI sebagaimana disampaikan Ketua Timsel melalui media, perlu diklarifikasi lebih jauh, apakah hasil komunikasi dimaksud, KPU RI mengizinkan dan atau memerintahkan Timsel untuk melakukan pelanggaran terhadap peraturan/Juknis?, jika benar bahwa tindakan Timsel yang tidak sesuai juknis adalah atas persetujuan dan atau atas perintah KPU RI, dan KPU RI tetap melanjutkan proses fit terhadap calon anggota KPU Provinsi Sulawesi Barat, maka KPU RI sangat berpotensi untuk diadukan ke DKPP RI, karena jelas ini sebuah pelenggaran etik bagi seorang penyelanggara, bahkan KPU RI berpotensi untuk dipidanakan, karena telah bertindak diluar kewenangannya, dengan menyetujui dan atau memerintahkan Timsel untuk melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan serta Juknis yang dibuat sendiri oleh KPU RI.

Atas berbagai persoalan tersebut, sebagai warga negara Masram pun telah melapor dan akan terus melakukan pengawalan, dalam rangka memastikan bahwa penyelenggara Pemilu kedepan benar-benar lahir dari sebuah proses seleksi yang berkualitas. Sehingga dapat mengawal proses pesta demokrasi yang diharapkan mampu melahirkan penyelengara-penyelanggara negara yang berkualitas pula, harapnya.

Terkait persoalan tersebut, beberapa waktu lalu Katinting.com mengkonfirmasi ketua Timsel, Mirawati mengatakan bahwa apa yang telah dilakukannya telah dikomunikasikan dengan KPU RI dan telah memberi penjelasan kepublik melalui konferensi pers.

BACA JUGA : Timsel KPU Sulbar Bakal Dilaporkan ke Tiga Lembaga Negara

(Rls/Anhar)

banner 900x90
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.