banner 900x90

KPU Pasangkayu Sosialisasi ke Petani dengan Konsep Forum Warga Berbasis Keluarga

banner 900x90

KPU Pasangkayu kembali melaksanakan sosialisasi pendidikan pemilu melalui forum warga berbasis keluarga di Desa Doda, Kecamatan, Sarudu. (Ist.)

Pasangkayu, Katinting.com – KPU Kabupaten Pasangkayu kembali melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkonsep Forum Warga Berbasis Keluarga.

Konsep ini diharapkan dapat mendekatkan pemilih dengan penyelenggara Pemilu dan isu-isu kepemiluan sehingga partisipasi pada keseluruhan tahapan Pemilu meningkat baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Ketua KPU Pasangkayu, Sahran Ahmad mengatakan konsep sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga merupakan upaya KPU untuk menjadikan kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih lebih merakyat dan membumi.

“Selama ini sosialisasi dan pendidikan pemilih yang kita lakukan terkesan elitis dan eksklusif karena dilakukan secara segmented. Kita juga lebih cenderung berorientasi pada publikasi kegiatan di media, sementara basis-basis pemilih yang menjadi target sosialisasi dan pendidikan pemilih kurang tergarap secara optimal,” kata Sahran pada awal sosialisasi forum warga berbasis keluarga ke puluhan petani sawit di Desa Doda, Kecamatan Sarudu, Selasa (13/11).

Sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga akan menjadi ‘produk’ unggulan penyelenggara Pemilu dalam menyasar pemilih. Keluarga sebagai basis sosialisasi dan pendidikan pemilih sudah terakomodir dalam Peraturan KPU 8/2017 tentang Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pemilihan.

Sahran yakin, jika pendekatan basis keluarga merupakan yang paling efektif karena semua kategori pemilih akan kembali dan berkumpul dengan keluarganya masing-masing.

“Ini semacam nyelam minum air. Kita menyasar satu basis pemilih, tetapi basis yang lain otomatis ikut di dalamnya karena pemilih, siapapun dia petani atau ibu rumah tangga akan kembali ke keluarganya,” ujar Sahran.

Pelaksanaan sosialisasi dan pendidikan pemilih berbasis keluarga akan ditempuh melalui dua metode, yaitu dari pintu ke pintu atau mendatangi langsung pemilih di rumahnya dan melalui Forum Warga yang ada di tingkat rukun tetangga, rukun warga, desa/kelurahan dan kecamatan.

Komisioner Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, dan SDM osdiklihparmas & SDM, Hariansyah yang hadir sebagai salah satu narasumber dalam sosialisasi

menekankan pentingnya KPU memanfaatkan jejaring di luar KPU untuk menjangkau pemilih berbasis keluarga.

Ia menyebutkan, saat ini forum warga berbasis keluarga kalangan petani yang kurang mendapat pengetahuan Pemilu. Dan diajak mengenal sejarah Pemilu ke Pemilu. Selain itu, KPU Pasangkayu berusaha menyentuh fikiran warga untuk bisa menjadi pemilih yang  menyadari pentingnya hasil Pemilu bagi kehidupan warga.

“Harga pestisida, harga TBS, harga pupuk, semuanya ditentukan oleh Pemerintahan hasil Pemilu. Kalau pemerintah yang terpilih mengenal suara hati petani, maka nasib petani dalam lima tahun ke depan akan lebih baik, ” jelas Heriansyah.

(Ndi/Anhar)

banner 900x90
Berita Sulbar
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.