banner 728x90

Konsorsium Manakarra Hijau Harapkan Lolos Program PSDABM di Mamuju

1184 views
banner 728x90
Konsorsium Manakarra Hijau Harapkan Lolos Program PSDABM di Mamuju

Rapat Konsorsium Manakarra Hijau

Katinting.com, Mamuju – Setelah lolos Kertas Konsep penawaran Program Hibah Pengelolaan Sumber Daya Alam Berbasis Masyarakat (PSDABM) yang telah diluncurkan oleh Millennium Challenge Account-Indonesia (MCA-Indonesia), sebagai langkah pertama dalam upaya MCA-Indonesia untuk menuju perjanjian Hibah PSDABM, Konsorsium Manakarra hijau semakin serius dalam menyusun pengusulan proposal penuh, untuk bisa lolos dan diterima dalam menjalankan program.

Konsorsium Manakarra Hijau yang terdiri dari 5 organisasi lokal sudah berpengalaman yakni Yayasan Karampuang, Pusat Studi Strategis Malaqbi (Pussma), Kelompok Usah Bunga Karang, Ekonomi Essensial (EE) dan Sulbar Government Watch (SGW), berharap bisa diterima dalam proposalnya, menjadi pengelolah daerahnya sendiri.

“Kami sangat serius dan siap berkompetisi dengan baik dengan yang lainnya. Namun itu, kami sangat berharap bisa diterima dan lolos dalam menjalankan program yang kami usulkan, apalagi keberadaan kami sebagai lembaga lokal di Mamuju, paling paham dan mengerti daerah ini,” kata M. Aditiya Arie Yudistira ketua Konsorsium.

Rapat Konsorsium Manakarra Hijau

Rapat Konsorsium Manakarra Hijau

Lebih lanjut Aditiya menjelaskan, bahwa pada program windows pertama bersama dengan konsorsiumnya telah mengusulkan, namun karena dana sharing yang begitu besar sehingga memilih untuk berkompetisi dijendela hibah murni.

“Bukti kami siap berkompetisi adalah pada jendela pertama kami sampai pada jelang titik akhir bersaing dengan lembaga internasional lainnya,  dan hanya persoalan sharing yang begitu besar, sehingga memilih untuk dijendela dua pada hibah murni kali ini. Saingan kali ini pun dari lembaga-lembaga tingkat nasional yang tidak bisa dianggap remeh, seperti AMAN, KPI dan lembaga lainnya. Hanya kami, satu-satunya lembaga lokal murni 100 persen, dan sumber daya-nya semua asli di Mamuju, saya harap MCA-Indonesia bisa mempertimbangkan hal tersebut agar kami diterima,” tutup Aditiya dengan senyum lebar penuh optimis bisa lolos.  (Anhar Toribaras)

Bagikan
Tidak ada Respon

Komentar ditutup.