Kepala BPN Mamuju Sebut Tak Masuk Akal Luas Tanah Perusahaan Korsel di Taan

Kepala BPN Mamuju, Hasanuddin A Massarapi. (Ft: Srf)

Mamuju, Katinting.com – Kepala Badan Pertanahan Negara (BPN) Mamuju, Hasanuddin A Massarapi mengatakan, bahwa luasan tanah yang diduga klaim oleh PT. Bara Indoco 27.370 hektar di Desa Taan Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju tidak Masuk Akal.

BACA JUGA : Korsel Kuasai Desa Taan 27.370 Ha. Ini Penjelasannya

Hal tersebut disampaikan Hasanuddin A Massarapi saat ditemui di salah satu warkop di Mamuju belum lama ini. “Kalau itu lusan tanah dimiliki tidak masuk akal, karena dengan jumlah itu, maka hampir satu Kecamatan masuk didalamnya,” katanya.

Hasanuddin A Massarapi mengakui bahwa selama dirinya menjabat delapan bulan terakhir Perusahaan dari korea Selatan tersebut tidak pernah memasukkan surat untuk penggunaan luasan areal tersebut.

“Untuk memastikan nanti ada anggotaku untuk mencari tahu titik koordinatnya. Itupun kalau ada permohonan dari Pemda setempat,” ucapnya.

“Kalau untuk perusahaan asing kami harus fleksibel. Lebih baik saya kasi itu masyarakat dimanfaatkan hutan lindung dibanding perusahaan asing yang kelolah, seandainya,” pungkasnya.

Lanjut ia menegaskan bahwa untuk proses pemanfaatan hutan lindung butuh proses panjang, salah satunya adalah pengukuran, BPN melakukan penyuratan ke kehutanan untuk mencocokan data dan beberapa proses lainya.

“Mamuju HPL hanya 24 persen selebihanya 76 persen Kawasan,” tegas Hasanuddin A Massarapi.

***

– Hutan Lindung : 131.900Ha / 27persen.

– Hutan Produksi : 40.590 Ha / 8 persen.

– Hutan Produksi Terbatas : 99.020 Ha / 20 persen.

– Hutan Produksi Konversi : 12.030 Ha / 2 persen

– KSA/KP : 92.640 Ha / 19 persen.

– Area Penggunaan lain 115.500 Ha 23 Persen.

 

(Syarifuddin/ Sumber Data BPN Mamuju)

 

 

Pencarian Terkait

Ali Baal Masdar